Wujudkan Wonosobo Aman dan Religius Untuk Indonesia


WONOSOBOZONE -. Wonosobo merupakan Kabupaten yang beranekaragam struktur penduduknya, atau multikultural yang vareatif. Baik adat, seni budaya maupun keyakinan agamanya. Sehingga memiliki dua potensi yakni konflik dan damai. Dari keragaman dan perbedaan tersebut menjadi keunikan dan kebanggaan tersendiri bagi wilayah yang terkenal dengan iklimnya yang sejuk ini karena suasana masyarakatnya tetap dalam keadaan kondusif dan aman.


Namun hal tersebut menjadi tugas yang tidak ringan bagi anggota dan pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo yang baru dikukuhkan Bupati untuk masa bhakti 2018–2023 di Pendopo, Senin (4/12) pukul 9.30 WIB. Untuk selalu menjaga dan memelihara perbedaan ini. Sehingga terkait dua potensi tersebut harus dikelola melalui  budaya-budaya dan kearifan lokal di Wonosobo. Seperti tertuang dalam misi FKUB yaitu Bersama Mewujudkan Wonosobo Aman Damai Harmonis dan Religius Untuk Indonesia.


Menurut ketua FKUB periode baru Zaenal Sukawi, mengatakan upaya yang bisa dilakukan adalah melalui dialog dan komunikasi. “Kita bersama sama menjaga kebersamaan serta sering melakukan dialog dan komunikasi, yakni bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, aliran kepecayaan”, katanya.


Masyarakat Wonosobo tentunya menginginkan kedamaian dan suasana kondusif ini tetap dan terus terjaga dan terpelihara. Ini merupakan salah satu tugas mulia FKUB, dikatakan Sukawi ini memang tidak mudah, namun harus dipersiapkan dengan matang. Sesuatu yang terkecil yang ada di masyarakat yang berpotensi mengganggu harus segera di bersihkan dan   sikapi dengan benar. ” Riak kecil dimasyarakat secepatnya bisa teratasi, jangan sampai menunda riak-riak kecil itu, jika ditunda sejam dua jam sehari sampai seminggu justru akan menjadi bom waktu yang akan membahayakan bagi Wonosobo”.


Ada berbagai cara yang ditempuh untuk menananamkan nilai kebersamaan agar menetes ke semua lapisan masyarakat, dua diantaranya dengan tidak mnghilangkan perbedaan dan tidak meniadakan perbedaan tersebut, selain itu, bersama-sama tokoh agama bagimana memberikan  penguatan dan pemahaman agama bagi masing-mading pemelukknya. Karena dengan pemahaman yang mendalam tentang agama maka secara otomatis akan menjaga kebersamaan tersebut karena semua agama mengajarkan kebersamaan dan kasih sayang. 


“Hal yang muncul misalnya yang mengatasnamakan agama, atau radikalisasi itu, sebenarnya mereka mempunyai semangat agama, namun barangkali pemahaman agamanya belum mendalam,  jadi semangat saja tidak cukup namun harus dibarengi pemahaman agama secara mendalam, kalau memahami agamanya secara mendalam maka otomatis akan bisa menghargai, karena inti beragama adalah bagaimana kita memanusiakan orang lain”, katanya.


Sementara itu Bupati Wonosobo Eko Purnomo dalam sambutannya mengatakan peran strategis Forum Kerukunan Umat Beragama menjadi sangat penting, sebagai wadah dan tempat dimana perbedaan-perbedaan yang ada dipertemukan, dikomunikasikan serta dipersatukan, tanpa harus saling meniadakan satu dengan yang lainnya, sekaligus menjadi pilar bagi kokohnya bangunan Bhinneka Tunggal Ika, melalui suatu kesadaran kultural bersama seluruh anak bangsa, yang diaplikasikan, diaktualisasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here