Wow, Pembangunan Wonosobo Green Heritage City Telan 12,6 Milyar Rupiah

(Foto Taman Fatmawati by Instagram : W Vino Sulistiono).
WONOSOBOZONE – Penataan beberapa kawasan Kota, sebagai bagian dari implementasi program Wonosobo Kota Hijau di sepanjang Tahun 2015, Kamis (31/12) dievaluasi.
Forum evaluasi yang mengambil tempat di taman anggrek Tien Soeharto tersebut dikemas santai dan menghadirkan pihak-pihak terkait, mulai dari para pimpinan  perusahaan yang selama ini menjadi mitra Pemkab, tokoh-tokoh masyarakat, hingga jajaran pimpinan SKPD terkait. Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan, Lutfi Amin menyebut forum evaluasi tersebut merupakan media untuk menyampaikan rasa terimakasih Pemkab kepada para pihak, terutama beberapa perusahaan yang selama ini turut berkontribusi sebagai donor dalam program Green City.
“Kami mengambil tema forum ini Thanks giving Day dan Donor Meeting Wonosobo Green City 2015,” jelas Lutfi di awal acara. Di depan para peserta donor meeting, Lutfi membeberkan kemajuan yang telah dicapai oleh program Wonosobo Green City setelah 3 tahun ini digulirkan.
Menurut Lutfi, di sepanjang Tahun 2015, program kota hijau mengalami perkembangan dengan adanya absorbs program dan isu yang menjadi warna baru dalam konsep penerapannya. “Dua isu yang sangat kental masuk dalam Green City adalah Kota Ramah HAM dan Kota Pusaka, sehingga kami menyebut tema pembangunan di 2015 adalah Wonosobo Green Heritage City,” terang Lutfi.
Selama Tahun 2015 pula, pihaknya mengaku telah menyelesaikan setidaknya enam kegiatan, yang seluruhnya menelan anggaran sebesar 12,6 Milyar Rupiah lebih. Kegiatan pertama, diungkapkan Lutfi adalah pembangunan kawasan heritage dengan pagu anggaran sebesar Rp 3.750.000.000,-. “Penataan Masjid Jami’, Masji Al Mansur dan Gedung Setgab di Komplek Pendopo Wakil Bupati,” beber Lutfi merinci alokasi anggaran tersebut.
Selain itu, program pemanfaatan ruang yang meliputi penataan koridor Jalan A Yani, pembuatan pedestrian Koridor Jalan Perkotaan, penyempurnaan pedestrian di Jalan Sukarno-Hatta, penyempurnaan pedestrian di kawasan Jalan Pemuda dan penyempurnaan Taman Selomanik disebut Lutfi menghabiskan tak kurang dari Rp 5.655.000.000,-. “Satu kegiatan tertunda pelaksanaannya karne menunggu rekomendasi dari Dinas Bina Marga Provinsi, yaitu untuk pembuatan taman  median Jalan T Jogonegoro,” lanjut Lutfi.
Kegiatan lainnya seperti pembuatan taman dan ruang terbuka hijau di beberapa titik menelan Rp 1.456.550.000,- dan kegiatan penyempurnaan taman Blok Kota sebesar Rp 1.200.000.000,-. Dua kegiatan berikutnya, diterangkan Lutfi adalah penyempurnaan taman Dieng yang menelan anggaran sebesar Rp 200.000.000,- dan fasilitasi program dan visi Strategis Green City, yang mencakup Taman Anggrek Tien Soeharto dan Taman Hasri Ainun Habibie dikatakan Lutfi menghabiskan anggaran Rp 347.885.000,-.
Hasil-hasil kegiatan yang dikerjakan sepanjang 2015 tersebut, menurut Penjabat Bupati, Satriyo Hidayat layak mendapat apresiasi. “Kawasan kota Wonosobo diakui atau tidak kini berubah menjadi lebih menyenangkan, dan mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah,” terang Satriyo. Taman-taman yang menjadi ruang terbuka pun, disebut Pj Bupati disambut warga masyarakat dengan sangat antusias. “Beberapa taman yang baru, dan bahkan belum sempat diresmikan telah terlihat menjadi tempat rekreasi bagi warga masyarakat, demikian pula dengan pembangunan pedestrian yang kini semakin nyaman digunakan untuk berjalan-jalan menyusuri kawasan perkotaan,” beber Satriyo.
Pihaknya mengakui, semua program yang telah berhasil direalisasikan tersebut tak lepas dari peran pihak swasta. “Hari ini kami menyampaikan terimakasih setulus hati atas kontribusi aktif pihak swasta yang telah bersedia menjalin Green Partnership dengan Pemkab Wonosobo melalui CSR nya,” ungkap Satriyo.
Jalinan kerjasama tersebut, diharapkan Satriyo akan terus berlanjut di masa-masa mendatang demi mewujudkan Wonosobo yang semakin Aman, semakin Sehat, semakin rapi dan semakin indah. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here