Wow, Etawa Seharga 150 Juta Ikut Kontes Kaligesing di Kepil

WONOSOBOZONE – Dinas pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, bekerjasama dengan Perkumpulan peternak kambing kaligesing Nasional (Perkanas), kembali menggelar open kontes Kambing Kaligesing dan Dombos, Minggu (22/5). Tak kurang dari 250 ekor kambing dari berbagai daerah menjadi peserta kontes yang dibuka Bupati Wonosobo, Eko Purnomo di lapangan Munggangsari, Desa Gadingrejo, Kepil tersebut.
Selain memperebutkan trophy, sertifikat dan hadiah uang pembinaan senilai total 34 Juta rupiah, kontes terbuka tersebut juga menjadi ajang untuk mendongkrak nilai jual para pesertanya. Lebih dari itu, Bupati Eko Purnomo berharap agar warga masyarakat yang kini baru bisa menonton, tergerak pula  untuk mengembangbiakkan kambing peranakan Kaligesing maupun dombos. “Dengan nilai jual yang bisa mencapai  ratusan juta per ekornya, saya meyakini budidaya kambing peranakan Kaligesing bakal meningkatkan kesejahteraan peternaknya,” ungkap Eko di sela peninjauan kambing peserta kontes.
Senada, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Abdul Munir juga berharap agar warga masyarakat menjadi lebih antusias untuk beternak kambing peranakan kaligesing, atau yang sering juga disebut etawa. “Populasi kambing di Wonosobo, untuk semua jenis saat ini berjumlah 150.000 an ekor lebih, dan untuk Kaligesing baru mencapai 10% dari populasi,” tutur Munir. Digelarnya open kontes tahunan di Wonosobo, menurut Munir juga ditujukan untuk mendongkrak populasi peranakan Kaligesing. Potensi pasarnya, diyakini Munir juga masih sangat terbuka, bahkan untuk ekspor pun peranakan Kaligesing cukup bisa diterima, terutama di Malaysia dan Taiwan. “Beternak etawa juga akan lebih menyejahterakan secara ekonomi, karena penilaian harga sangat subjektif dan tergantung peminatan pembeli dan daya tawar dari penjual,” lanjutnya. Seperti halnya dalam kontes tersebut, Munir mengaku harga jual kambing peserta sangat variatif. “Ada peserta dari Malang yang menghargai etawanya 150 Juta Rupiah, dan ada pula bibit berusia 7 bulan yang dijual seharga 70 Juta rupiah,” urai Munir. Harga kambing, diyakini Munir bakal semakin melambung kalau dalam kontes tersebut berhasil keluar sebagai juara.
Open kontes Kaligesing 2016, dijelaskan Muji Rohmat selaku Ketua penyelenggara, melombakan 5 Kategori untuk peranakan Kaligesing, ditambah 1 kategori untuk jenis dombos. “Di kategori peranakan Kaligesing, kami membuka kontes untuk 5 jenis, yaitu A,B,C,D, dan E jantan dan betina,” terang Muji. Kelas A, dijelaskan Muji merupakan kelas rampas, sementara kelas B adalah jenis lepas gigi 1-3 pasang. “Kelas C untuk tinggi gumba 81cm belum poel, sementara kelas D adalah untuk yang tinggi gumba antara 60-80 cm,” lanjutnya. Di kelas terakhir, yaitu di kelas E, Muji menyebut tinggi gumbanya maksimal 65 centimeter. “Di kategori betina, parameter nya hampir sama,” pungkas Muji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here