Wonosobo Tuan Rumah Musrenbang Wilayah Eks Karesidenan Kedu

WONOSOBOZONE – Kabupaten Wonosobo bersiap menjadi tuan rumah musyawarah perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019, se-Eks Karesidenan Kedu, yang akan digelar pada Selasa 13 Maret 2018 mendatang. Kepastian terkait hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Wonosobo, Amin Suradi di depan para peserta rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Musrenbangwil, di aula Bappeda, Rabu (7/3). Pemkab Wonosobo, ditegaskan Amin akan berupaya maksimal untuk mengupayakan agar acara yang bakal dihadiri Plt Gubernur Jawa Tengah, beserta jajaran pimpinan DPRD Provinsi hingga para Bupati/Walikota se-Eks Karesidenan Kedu itu berjalan lancar. Karena itulah, melalui rapat persiapan akhir bersama sejumlah Dinas/Instansi hingga perwakilan beberapa komunitas masyarakat, Amin menyampaikan harapan agar sinergi dan koordinasi lintas sektor benar-benar dijalankan dengan baik.

Pentingnya koordinasi lintas sektor, disebut Amin sangat penting mengingat selain gelaran Musrenbangwil, dalam kesempatan yang sama Pemkab Wonosobo juga menyelenggarakan ekspo produk unggulan daerah. “Musrenbang Wilayah akan digelar di dalam gedung sasana adipura kencana, sementara ekspo produk unggulan daerah yang bakal menyajikan berbagai hasil kreasi para pelaku usaha kecil dan menengah dari 6 Kabupaten/Kota digelar di halaman Adipura,” terang Amin. Puluhan stan untuk keperluan pameran, menurut Amin akan disiapkan untuk mengakomodasi beragam produk unggulan. Tak hanya itu, pihak panitia menurut Amin juga mengundang sejumlah komunitas, seperti Wonosobo Muda, Wonosobo Mengajar, Gerakan anti hoax, Bank Sampah Induk, Komunitas Tuna Rungu Wicara hingga persatuan tuna netra Indonesia (Pertuni).

Komunitas yang bakal meramaikan ajang ekspo Musrenbang Wilayah tersebut, menurut Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Fahmi Hidayat, diundang untuk menunjukkan ekspresi dan aktivitas mereka. “Wonosobo selama ini sudah dikenal sebagai Kabupaten Ramah Hak Asasi Manusia (HAM) sehingga sudah selayaknya kita juga mengakomodasi keberadaan komunitas-komunitas masyarakat yang selama ini memiliki kepedulian terhadap upaya pemkab untuk mengakomodasi terpenuhinya hak-hak asasi manusia,” tutur Fahmi. Gelar ekspo produk unggulan daerah, menurut Fahmi juga terbuka untuk masyarakat umum, sehingga bagi siapa saja yang ingin turut menyaksikan dapat langsung masuk ke arena.

BACA JUGA:  SISWA SMA WAJIB TAU PENDIDIKAN BELA NEGARA

(Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.