Wonosobo Serukan Indonesia Jaya, NKRI Harga Mati

WONOSOBOZONE – Apel Nusantara Bersatu, yang merupakan agenda Nasional dan digelar secara serentak di seluruh Indonesia menjadi salah satu media penegas,bahwa tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan satu hal yang tak bisa lagi ditawar-tawar, alias telah menjadi harga mati. Demikian halnya di Kabupaten Wonosobo, Apel Nusantara Bersatu yang dihelat di alun-alun Kota, Rabu (30/11), diikuti ribuan peserta lintas elemen, mulai dari pendidik dan pelajar, budayawan, pemuka agama, pejabat publik, seniman, dan para aktivis sosial kemasyarakatan, segenap elemen masyarakat, juga menjadi wahana menyerukan tekad bersama. “Indonesia Jaya, NKRI Harga Mati,” demikian seruan seluruh peserta apel Nusantara, bertema Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Semua Bersatu dalam Bhineka Tunggal Ika tersebut.

Inspektur apel, Suwondo Yudhistiro dalam pidato sambutannya menegaskan bahwa sudah menjadi takdir dari Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa Negara Indonesia memiliki 17.000 pulau, yang terbentang mulai dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote. “Sudah menjadi takdir pula, bahwa Indonesia adalah Negara Majemuk yang terdiri dari 1.340 suku bangsa dengan lebih dari 748 bahasa daerah,” sebutnya. Sebagai Negara majemuk pluralistis, Indonesia ditegaskan Suwondo, juga menjamin kebebasan beragama, kebebasan berbudaya, hingga kebebasan berkeyakinan.

“Kemajemukan dan keberagaman ini, di satu sisi merupakan potensi kekuatan bagi bangsa, namun di sisi lain, keberagaman yang ada di Nusantara juga bisa menjadi ancaman serius yang berpotensi menimbulkan perpecahan,” tegasnya. Dalam sambutannya, Suwondo juga mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat, bahwa perpecahan yang dipicu kemajemukan pernah terjadi di berbagai daerah di Indonesia, seperti di Kalimantan, Ambon, maupun Poso. Karena itulah, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo itu menyebut semboyan Negara, Bhineka Tunggal Ika, yang berasal dari kata Bina Ika, Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa wajib dijaga bersama. “Semboyan tersebut harus dijadikan pedoman dalam bernegara, karena merupakan konsensus para pendiri bangsa,” tandasnya.

Arahan dari Inspektur apel tersebut disambut positif seluruh peserta apel yang terdiri dari lintas elemen dan lintas generasi. Agus Purnomo, koordinator FKPPI Kabupaten Wonosobo yang juga turut dalam apel Nusantara Bersatu menyebut bahwa sudah menjadi kewajiban bagi seluruh warga Negara Indonesia untuk menjaga kesatuan bangsa. “Apapun yang tengah terjadi, termasuk adanya perbedaan pendapat, perbedaan pandangan politik, maupun perbedaan keyakinan dan agama selayaknya tak lantas mengendurkan semangat untuk tetap menjaga bangsa ini agar tetap bersatu,” tegas Agus. Ia dan segenap masyarakat Wonosobo meyakini bahwa saat ini semua pihak telah saling memahami bahwa keutuhan bangsa menjadi tekad bersama, demi tegaknya NKRI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here