Wonosobo Sambut Tim Kirab Nasional Resolusi Jihad

WONOSOBOZONE – Rombongan tim kirab Nasional Resolusi Jihad Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), yang bertolak dari Banyuwangi Jawa Timur pada 16 Oktober lalu, tiba di Wonosobo, Selasa (18/10) malam. 
Sejumlah 100 orang anggota tim disambut  jajaran pengurus cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonosobo, ratusan santri dan Banser di perbatasan Temanggung-Wonosobo, atau tepatnya di  rest area Kledung. Ketua Tanfidhiyah PCNU Kabupaten Wonosobo, Ngarifin Sidiq pada sesi konferensi pers sehari sebelumnya mengungkap, kegiatan kirab Nasional Resolusi Jihad NU digelar dalam rangkaian Hari Santri Tahun 2016, atau hari Santri kedua sejak ditetapkan Presiden RI pada 22 Oktober 2015 lalu. “Puncaknya bakal diperingati pada Sabtu (22/10) mendatang, dengan beragam acara, termasuk gelar kesenian bernuansa Islami, temu pengusaha muda NU, dan juga ada agenda bakti sosial,” tutur Ngarifin. Agenda lain yang telah dilaksanakan, disebutnya adalah pemberian santunan untuk pelajar sejumlah 33 Juta Rupiah, serta pembacaan sholawat Nariyah 13.650.000 kali. “PBNU memang meminta seluruh santri se-Indonesia untuk bersholawat Nariyah sebanyak 1 Milyar, dan Wonosobo diminta sejumlah 13,6 Juta kali,” tandasnya.
Khusus untuk kirab bertema resolusi jihad, Ngarifin menjelaskan bahwa Wonosobo menjadi salah satu daerah yang dilalui, dalam rute temanggung-Parakan-Wonosobo-Banjarnegara. Pada penyambutan yang didahului serah terima panji-panji NU dari pengurus cabang Temanggung kepada pengurus cabang Wonosobo  tersebut, Ngarifin menyebut tak kurang dari 1.500 santri turut terlibat. “Setelah serah terima panji-panji ini kemudian kirab berlanjut ke alun-alun Kota, dan selanjutnya rombongan pembawa panji-panji berjalan kaki menuju komplek Masjid Al Mansur,” bebernya. Usai acara bertemu jajaran pejabat Pemkab dan seremonial di Al Mansur, rombongan kirab kemudian bergerak ke arah Tunggoro, atau perbatasan Wonosobo – Banjarnegara, untuk serah terima panji-panji dengan PCNU Kabupaten Banjarnegara. “Kirab Nasional ini bakal berujung di Provinsi Banten, dan panji-panji akan dikibarkan pada upacara puncak HSN di Jakarta, dengan Inspektur, Panglima TNI,” tandas Ngarifin.
Kirab Nasional Resolusi Jihad sendiri, dijelaskan Ngarifin, dilakukan untuk menghargai sejarah dan mengenang jasa para santri dan pejuang yang telah berkorban memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. NU, ditegaskannya sudah menganggap final konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan Pancasila sebagai dasarnya. Kirab ini diakuinya, juga selaras dengan tema besar HSN 2016, yakni Santri Untuk Bangsa.
“Kemerdekaan kita ini bukan hadiah dari penjajah, namun buah dari pengorbanan para syuhada. Untuk merebut kemerdekaan, para ulama, santri dan rakyat bahu-menbahu membela negara. Melalui kirab yang menempuh jarak sepanjang 2.000 kilometer ini, kita napak tilas perjuangan para ulama dan meneladaninya,” pungkas Ngarifin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here