Wonosobo Rock Community Dirikan Posko Bencana di Sijemblung Karangkobar

WONOSOBOZONE – Wonosobo Rock Community (WRC), komunitas musik penggemar rock Wonosobo kembali menggadakan kegiatan. Selain kegiatan utama WRC di bidang musik, WRC berkomitmen untuk melakukan kegiatan lain yang sinergi dengan semangat rock yang memberikan manfaat kepada masyarakat dan manusia secara luas seperti kegiatan peduli lingkungan dan sosial.
Kegiatan kali ini bersifat non musik, kegiatan sosial bertajuk “Serah Terima posko Siaga Bencana” berlangsung pada hari Minggu, 8 Mei 2016 di rumah Bp. Sarno Dusun Sijemblung Desa Sampang.
Acara berlangsung secara sederhana namun khidmat yang dihadiri oleh perwakilan WRC 10 orang, Sekretaris Desa, Kepala Dusun serta warga setempat sebanyak 40 orang.
Serah terima dilakukan secara lisan oleh Fahmi Hidayat dengan tujuan menyerahkan posko siaga bencana baik secara fisik maupun pengelolaanya kepada warga desa Sijemblung. Dalam sambutannya Fahmi menyampaikan bahwa Posko yang sudah terbangun ini merupakan sumbangsih dari rekan-rekan WRC, donatur (Forum Komunitas Hijau, Yayasan Puspa, IDMOC, BOOMERS, SLANKER Klisman dll) serta sumbangan yang bersifat pribadi dari beberapa orang yang tidak berkenan disebut namanya.
Selain itu kata Fahmi, ide pembuatan posko ini berawal dari kegelisahan yang mengusik rasa kemanusiaan kawan-kawan rocker Wonosobo dalam menyikapi kejadian bencana alam tanah longsor di Sijemblung. Bermula dari hal inilah maka tercetus sebuah kegiatan kemanusiaan dalam bentuk konser musik untuk menggalang dana dengan judul “ROCK for HUMANITY” yang akhirnya terlaksana pada 21 Desember 2014 di Taman Kartini Wonosobo.
Kemudian sebagai tindak lanjut acara tersebut, perwakilan WRC sekaligus Ketua Pelaksana Guntur Geni melakukan survey awal pada 12 Maret 2015. Survey ini bertujuan agar bantuan yang diamanatkan melalui WRC sampai langsung ke alamat dan tepat sesuai kebutuhan masyarakat setempat mengingat kejadian longsor di Sijemblung sudah menjadi isu nasional dimana pada saat itu berbagai macam bantuan mengalir ke Sijemblung.
Keputusan untuk membangun posko ini merupakan hasil koordinasi dengan Kepala Desa setempat dengan pertimbangan bahwa Desa Sampang belum sepenuhnya aman dari potensi bencana. Masih ada titik-titik rawan potensi bencana yang perlu dipantau perkembangannya setiap saat. Posko ini diharapkan menjadi tempat pemantauan sekaligus memberikan pembelajaran kepada semua pihak akan arti pentingnya siaga bencana. Beberapa bencana memang bisa dihindari dan beberapa yang lain tidak, tetapi dapat diminimalisir dampaknya.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan plakat Posko Bencana oleh Guntur Geni selaku Ketua Pelaksana dan Sekretaris Desa Sampang selaku perwakilan desa serta dengan do’a bersama dan pemotongan tumpeng.
Acara ditutup secara simbolis dengan penyerahan bibit pohon serta foto bersama di bawah Posko Siaga Bencana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here