Wonosobo Perlu Bangun Panti Rehabilitasi Narkoba

Kapolres AKBP Aziz Andriansyah akan lebih intensif menggelar operasi penanggulangan narkotika dengan sandi Bersinar
WONOSOBOZONE – Upaya penanggulangan
merebaknya peredaran narkoba di Kabupaten Wonosobo dinilai tak lagi bisa dilakukan
setengah-setengah. Semua pihak diminta untuk turut serta dan berpartisipasi
aktif demi menghindarkan warga masyarakat Wonosobo dari sasaran empuk barang
haram tersebut. Tak hanya masyarakat umum, sasaran peredaran narkoba juga telah
tertuju pada aparat, termasuk kepolisian dan TNI. “Upaya Kodim 0707 Wonosobo
yang telah meminta personel untuk tes urine dan menandatangani pernyataan bebas
Narkoba akan kami tiru di Polres,” tegas Kapolres, AKBP Aziz Andriansyah. Aziz
juga menegaskan pihaknya bersama seluruh jajaran terkait akan lebih intensif
dalam melakukan operasi penanggulangan bahaya narkoba. “Kami memiliki sandi
operasi khusus, yaitu Bersinar, alias berantas sindikat Narkotika dimana dalam
pelaksanaannya juga melibatkan unsur TNI, Kejaksaaan sampai Kantor Kesbangpol
Kabupaten,” ungkap Aziz di depan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD)
yang bertemu untuk koordinasi terkait berbagai isu terkini, Kamis malam (17/3).
Selain upaya
memberantas sindikatnya, Kapolres juga menandaskan perlunya ada tindakan
rehabilitasi bagi para pengguna narkoba yang tertangkap atau menyerahkan diri.
“Saat ini memang tidak semua yang ditangkap karena kasus Narkoba serta merta
bisa ditindak dengan sanksi pidana, namun ada yang direkomendasikan untuk
menjalani rehabilitasi terhadap ketergantungan,” lanjut Aziz. Karena itulah,
pihaknya merasa perlu mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten untuk
membangun panti rehabilitasi di Wonosobo. Dengan adanya panti rehab bagi para
penderita ketergantungan terhadap narkoba, upaya untuk pembinaan juga dinilai
Kapolres jauh lebih mudah.
Usulan Kapolres agar
semua pihak berpikir lebih serius dalam penanggulangan Narkoba disambut positif
Ketua DPRD, Afif Nurhidayat. Menurut Afif, peredaran narkoba di Kabupaten
Wonosobo saat ini memang masuk kategori sangat mengkhawatirkan. “Sudah ada
orang desa yang tertangkap karena menjadi Bandar narkoba, dan meski kini telah
dibui, kewaspadaan terhadap adanya Bandar lain yang masuk dalam sindikat peredaran
lintas daerah layak ditingkatkan,” tegas Afif. Senada dengan Kapolres, Afif pun
menilai perlu tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten dan jajaran legislatif,
seperti halnya yang dilakukan Kodim 0707 Wonosobo. “Pemkab juga kiranya perlu
menggelar tes urine kepada para PNS, dan kami di DPRD pun akan memberlakukan
hal yang sama kepada para anggota dewan,” tegas Afif.
Bupati Wonosobo Eko
Purnomo menyambut positif usulan-usulan untuk melawan maraknya peredaran
Narkoba tersebut. “Melalui pertemuan ini, kami memang berharap agar isu-isu
terkini terutama yang menyangkut upaya menanggulangi dampak kerawanan sosial,
termasuk narkoba  bisa diseriusi bersama,”
kata Eko. Melalui Sekretaris Daerah, Eko Sutrisno Wibowo, Bupati meminta agar
isu-isu yang mengemuka sebagai bahasan dipetakan berdasar tugas pokok dan
fungsi tiga Asisten Sekda. “Ada yang menjadi ranah Asisten I, ada yang untuk
Asisten II maupun untuk Asisten III, sehingga nantinya koordinasi dengan OPD
terkait lebih mudah,” beber Sekda.

Selain membahas
persoalan narkoba, pertemuan yang dihadiri Dandim 0707 Wonosobo Letkol CZI Dwi
Haryanto, Ymt Kajari Sri Tatmala Wahanani, serta beberapa pejabat terkait di
lingkup Pemkab Wonosobo tersebut juga mengangkat berbagai isu aktual. Kepala
Kantor Kesbangpol Didiek Wibawanto selaku penggagas acara menyebut, mulai
terciumnya paham radikal kiri, isu HAM, pernikahan sesama jenis, hingga
persoalan alun-alun dan dana transfer desa serta persiapan pilkades serentak
turut dikemukakan. “Harapannya agar penanganan dan pengawasan terhadap
potensi-potensi yang dinilai bisa mengganggu kondusifitas Kamtibmas bisa lebih
dini,” pungkas Didiek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here