Wonosobo Masuk Daftar Pelaksana UN Terjujur

WONOSOBOZONE – Para siswa dan siswi SMA/K se Indonesia saat ini sedang melaksanakan Ujian Nasional (UN). Dalam pelaksanaan UN perlu adanya persiapan yang matang dan kejujuran merupakan salah satu modal yang harus dimiliki agar UN berjalan dengan lancar serta mendapatkan hasil sesuai harapan.
Meskipun begitu, masih ada saja beberapa pihak yang tidak jujur sehingga melakukan kecurangan. Namun tidak untuk Wonosobo karena Kabupaten Wonosobo masuk dalam daftar wilayah di Indonesia yang paling jujur menyelenggarakan Ujian Nasional (UN).
Seperti yang diumumkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kita Anies Baswedan. Tercatat sekolah-sekolah di 52 kabupaten/kota mendapatkan indeks kejujuran tinggi.
Adapun 52 kabupaten/kota itu yakni Lingga, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Pangandaran, Sukabumi, Kota Bogor, Banjarnegara, Cimahi, Banyumas, Blora, Cilacap, Karanganyar, Kebumen, Klaten, dan Magelang.

Lalu, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Semarang, Sukoharjo, Temanggung, Wonogiri, WONOSOBO, Kota Magelang, Salatiga, Surakarta, Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Yogyakarta, Kayong Utara, dan Mahakam Ulu.
Kemudian, Lombok Utara, Ende, Flores Timur, Lembata, Sikka, Banggai Laut, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Dogiayi, Intan Jaya, Memberamo Raya, Membramo Tengah, Nduga, dan Puncak.
Pada saat berada di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa (14/4/2015). Anies mengatakan Seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia dipantau, dilihat data UN serta polanya lalu daerah indeks integritas di atas 90 yang menunjukkan bahwa 90% siswa diwilayah tersebut sudah menjalankan UN secara jujur. sedangkan 10 % terlihat pola yang diduga merupakan ketidakjujuran.
“Makin tinggi indeksnya makin jujur. Rumus detail ditunjukan setelah ujian ini selesai,” imbuh dia.
dengan dipublikasikannya Indeks kejujuran ini, diharapkan para siswa termotivasi untuk mengerjakan ujian nasional dengan percaya diri tanpa harus menyontek. Terlebih, nilai UN kini bukan menjadi syarat kelulusan siswa.
“Inilah contoh baik. Kita berharap UN-nya jujur. Kita ingin sampaikan untuk perbaikan ke depan. Hanya ingin secara terbuka, ini revolusi mental yang harus dilakukan bukan nilai akademis tapi kejujuran,” tutup Anies Baswedan. (Mut)
ilustrasi web
muslim.or.id
source:http:news.liputan6.com
edit:apr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here