Wonosobo Kembali Jadi Kabupaten Terbaik Pengelola Program GSIB se-Provinsi Jawa Tengah

Ganjar saat berikan penghargaan pada Camat   Sukoharjo
WONOSOBOZONE – Kabupaten Wonosobo
kembali jadi pengelola terbaik program Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) tingkat
Provinsi Jawa Tengah, sekaligus menasbihkan Kecamatan Sukoharjo, yang mewakili
Wonosobo dalam ajang tahunan ini, sebagai Kecamatan Sayang Ibu dan Bayi Terbaik
tingkat Jawa Tengah.
Kepastian ini
diperoleh, saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan penghargaan
juara pertama kepada Camat Sukoharjo, Mulyono, dalam peringatan Hari Ibu
Tingkat Provinsi Jawa Tengah ke-87, yang digelar Senin, 28 Desember di
Kabupaten Boyolali.
Menurut Kepala Bidang
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Badan Kependudukan, Keluarga
Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten, Retno Eko
SN, penghargaan tahun ini merupakan pemberian penghargaan selama 7 tahun
berturut-turut bagi Wonosobo, sejak tahun 2007 sampai 2015.
Sebelumnya, Kecamatan
Sukoharjo masuk nominasi 6 besar terbaik tingkat Jawa Tengah sebagai Kecamatan
Sayang Ibu dan Bayi (KSIB), yang mana hal ini memunculkan optimisme kuat dari
seluruh komponen masyarakat kecamatan Sukoharjo untuk menjadi yang terbaik di
tingkat Jawa Tengah.
Kepala Badan
Kependudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kabupaten Wonosobo, Junaedi, menekankan, keberhasilan ini tidak lepas dari
keseriusan Pemkab Wonosobo dalam melaksanakan program peningkatan kualitas
hidup serta perlindungan anak dan perempuan, khususnya di bidang kesehatan,
seperti pencegahan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara,
pembinaan lokasi Kecamatan Sayang Ibu dan Bayi (KSIB) serta penyusunan dan
pembuatan dokumen/instrumen data pendukung program GSIB.
Keberhasilan ini juga
tidak lepas dari penerapan strategi Pengarusutamaan Gender pembangunan di
Kabupaten Wonosobo, yang diarahkan agar mampu memberikan akses yang adil bagi
perempuan dan laki-laki dalam berpartisipasi, melakukan kontrol dan mendapatkan
manfaat pembangunan, yang mana tolok ukur keberhasilan pengintegrasian strategi
pengarusutamaan gender (PUG) dalam pembangunan dapat terlihat dari capaian
Indek Pembangunan Gender (IPG) dan Indek Pemberdayaan Gender (GEM), dengan kondisi
capaian IPG Kabupaten Wonosobo pada tahun 2013 baru pada angka 58,30 sementara
GEM 54,98.
Khusus untuk pembinaan
GSIB di wilayah, bertujuan untuk menguatkan komitmen pemerintah kecamatan dan
pemerintah desa dalam pengelolaan program GSIB, meningkatkan partisipasi
masyarakat dalam urusan kesehatan ibu dan anak, menumbuhkan kepedulian tokoh
agama dan masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak, serta
meningkatkan peran dan fungsi Satgas GSIB kecamatan dan desa.
Junaedi menambahkan,
pihaknya akan terus berupaya, agar raihan ini bisa terus dipertahankan dan
ditingkatkan, khususnya di bidang kesehatan, terkait Angka Kematian Ibu karena
hamil, melahirkan dan nifas yang masih cukup tinggi, yang mana sampai akhir
tahun 2015 tercatat masih ada 11 kasus, serta tingginya tindak kekerasan terhadap
perempuan dan anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here