Wisuda Unsiq, Wamenag : Ilmu Tanpa Agama Bisa Menimbulkan Kepincangan

WONOSOBOZONE.COM – Sebanyak 542 Mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo diwisuda dalam rapat senat Terbuka Wisuda Pasca Sarjana, Sarjana dan Diploma ke-38 digelar di Gedung Sasana Adipaura Kencana, Rabu (15/1).

Rapat Senat Terbuka dipimpin Ketua Senat Unsiq Dr H Ngarifin Shidiq MPdI dan Dihadiri oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag RI) Drs H Zainut Tauhid Sa’adi MSi, RektorUnsiq Dr KH Mukhotob Hamzah MM, YPIIQ H Ali Mufidz, pendiri Unsiq Hj Siti Ngaisah Pudjiharjo, Plt Kakannwil Kemenag Jateng H Achyani MSi dan Bupati Wonosobo Eko Purnomo.

Sejumlah 542 wisudawan tersebut terdiri dari program S2 (38), S1 (474) dan D3 (30). Peserta wisuda berasal dari Fakultas Pasca Sarjana (38) terdiri prodi Ilmu Al Qur’an (12) dan Magister Pendidikan Islam (26). Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan (FITK-141) yakni prodi PAI (78), Pendidikan Fisika (7), PGMI (33) dan PIAUD (23).

Sedangkan dari Fakultas Komunikasi dan Sosial Politik (FKSP-19) terdiri prodi Ilmu Politik (2), Komunikasi dan Penyiaran Islam (17). Fakultas Kesehatan (18) berasal dari prodi Kebidanan (13) dan Keperawatan (13) lulusan.

Fakultas Syariah dan Hukum (FSH-83) prodi Hukum Ekonomi Syariah (35), Hukum Keluarga (10), Ilmu Al Quran dan Tafsir (14), Ilmu Hukum (13) dan Perbankan Syariah (11). Fakultas Ekonomi (150) terdiri jurusan Akutansi (70) dan Managemen (80).

Sementara Fakultas Bahasa dan Sastra prodi Bahasa Inggris (23). Fakultas Tehnik dan Ilmu Komputer (FTIK-70) prodi Arsitektur (12), Managemen Informatika (2), Tehnik Informatika (46) dan Tehnik Mesin (10).

Ketua Panitia Wisuda 38 Unsiq Dr H Zaenal Sukawi MA, mengatakan dari wisudawan sebanyak itu, terdapat 5 wisudawan dinyatakan terbaik tahfidz dan 8 wisudawan terbaik karena memperoleh indek prestasi (IP) tertinggi di fakultas.

5 wisudawan terbaik tahfidz yakni Dessy Rizki Fitriyanti Alh (Hukum Keluarga), Farah Maulida Haura Alh (PIAUD), Seviana Mufidatunela Alh (KPI), Risa Khoirul Umah Alh (Satra Inggris) dan Ahmad Shobirin Alh (Magister Pendidikan Islam),” katanya.

BACA JUGA:  Ribuan Pelajar Ikuti Lomba Gerak Jalan HUT RI ke 73

Sementara itu Wamenag Zainut Tauhid, mengungkapkan, sebagai institusi pendidikan tinggi yang lahir dari pondok pesantren, Unsiq Jawa Tengah di Wonosobo telah memberikan kontribusi besar dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan keagamaan dan sains. Melalui tradisi akademik dan nilai luhur pesantren, telah dipertemukan antara sains dan agama. Menurutnya ilmu tanpa agama bisa menimbulkan kepincangan dan agama tanpa ilmu adalah kebutaan.

Karena itu, integrasi antara ilmu dan akhlak bisa menjadi solusi untuk mengatasi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks di era revolusi industri 4.0 ini. Perguruan tinggi berbasis agama Islam, harus bisa memadukan ilmu dan akhlak,” katanya.

Pihaknya mencotohkan, di dunia maya, seorang tanpa ilmu dan kualifikasi bisa seenaknya mem-bully profesor atau ahli agama. Era ini sering disebut era matinya kepakaran. Informasi hoaks marak di masyarakat termasuk hoaks berkaitan dengan isu keagaamaan.

Kini banyak ditemui di medsos konten berisi kebencian berbasis agama. Semua berkontribusi negatef pada masyarakat, kehidupan berbangsa dan bernegara. Sarjana Unsiq harus bisa jadi katalisator dan dinamisator solusi di atas,” pungkasnya. (Why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.