Wayangan Semalam Suntuk Di Pendopo Wonosobo

WONOSOBOZONE – Bersamaan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo, Bupati Wonosobo mengukuhkan pengurus Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Wonosobo Periode 2016-2021 dan pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Wonosobo Periode 2016-2020. Bertempat di Pendopo Bupati Wonosobo, Jum’at malam, 20 Mei 2016.
Pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, SE. MM, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan DIY yang menyelenggarakan pegelaran wayang kulit semalam suntuk. Semoga pagelaran wayang ini akan menjadi tontonan yang ditunggu tunggu oleh masyarakat Wonosobo. dan diharapkan akan menjadi tuntunan bagi kehidupan sehari hari bagi masyarakat, melalui ilmu serta pesan pesan yang bersifat edukatif, religius, menghibur dan penuh filosofi kehidupan (piwulang dan pitutur), apalagi dengan lakon “Bima Kalajaya” yang sarat dengan pesan moral dan sosial.
Eko Purnomo juga menambahkan bahwa dengan dikukuhkannya DKD dan PEPADI semoga bisa semakin memajukan kesenian di kabupaten Wonosobo serta mampu membangkitkan masyarakat, khususnya generasi muda dalam nguri uri seni budaya Jawa yang Adi Luhung, sebagai bekal untuk mengisi kemerdekaan dan prinsip berkepribadian dalam kebudayaan melalui kerja nyata, kemandirian kita dan karakter bangsa kita.
Sementara pada kesempatan itu, Dhian Laksmi Pratiwi dari Dinas Kebudayaan DIY menyampaikan bahwa dalam rangka untuk melestarikan pengembangan dan aplikasi nilai budaya luhur di masyarakat, kami mengemban tugas untuk mengembangkan satu kebudayaan dengan membawa Roh kebudayaan bersama. Itulah alasan mengapa Wonosobo dijadikan tempat diselenggarakannya pagelaran wayang kulit ini. Karena Wonosobo adalah sesuatu yang istimewa, dimana cikal bakal seni pedalangan khususnya di DIY berasal dari Karesidenan Kedu dan salah satunya Wonosobo.
Pada pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Bima Kalajaya” ini dimainkan oleh 3 dalang dari Yogyakarta, yaitu Ki Alfian Anggoro, Ki Hendi Prasetyo dan Ki Wisnu Gito Saputro, yang mewakili dalang tiga generasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here