Wawasan Kebangsaan Untuk Cegah Hancurnya NKRI

WONOSOBOZONE - Perkembangan dunia dibidang stabilitas negara saat ini begitu mengkhawatirkan. Banyak negara yang mengalami pergolakan sehingga menimbulkan korban yang tidak sedikit baik harta benda bahkan nyawa.  Melihat fenomena tersebut diatas kantor Kesbangpo Wonosobo menyelenggarakan diskusi dengan nama Forum Discusion Group Wawasan Kebangsaan menghadirkan dari unsur orang tua, perempuan, pemuda dengan narasumber dari Kodim dan Unsiq bertempat di Aula Kesbangpol. (26/5).
Kepala kantor Kesbangpol Didik Wibawanto S.Sos, MM dalam pembukaannya menyapaikan bahwa kegiatan itu diselenggarakan atas keprihatian melihat bangsa ini dalam kondisi yang memperihatinkan nasib bangsa yaitu munculnya kelompok radikal, Dasar negara yaitu Pancasila mulai luntur di dada anak bangsa khususnya generasi muda. Munculnya primodialisme yang sempit seperti perang antar kampung.  Ditambah lagi Indonesia sebagai tempat produsen dan penjual narkoba.
Kapten Inf Heru Utomo Pasi Intel selaku pembawa makalah menyampaikan kepada peserta sarasehan bahwa kita sebagai warga negara harus mempunyai rasa wawasan kebangsaan yang militan. Wawasan kebangsaan adalah cara pandang yang dilingkupi rasa, paham, dan semangat kebangsaan dalam upaya menjaga dan mewujudkan cita-cita nasional yaitu terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dengan mengenal dan memahami jati diri bangsa Indonesia yang majemuk sebagai satu bangsa dalam kesatuan wilayah negara yaitu NKRI.
Lebih lanjut Kapten Heru menyampaikan bahwa belajar dari pengalaman sejarah bahwa dahulu di Indonesia sudah ada kerajaan yang besar wilayahnya sampai Thailan dan Papua Nugini yaitu kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kedua kerajaan tersebut hancur bukan serangan dari musuh akan tetapi hancur akibat perebutan kekuasaan dari dalam sendiri. 
Melihat fenomena tersebut sangat cocok dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini dimana banyak orang yang ingin berkuasa.  Ini dapat dilihat dari munculnya kelompok – kelompok yang ingin mendirikan negara sendiri.  Ditambah lagi munculnya kelompok yang ingin merupah dasar negara yaitu Pancasila.  Kelompok itu terbagi menjadi dua yaitu Radikal kanan yang berhaluan agama dan radikal kiri yang berhaluan komunis.  Kedua kelompok itu apabila dibiarkan sangat membahayakan kelangsungan negara kesatuan Republik Indonesia. 
Kita semua sudah mengetahui bahwa bangsa Indonesia itu terbentuk dari berbagai suku dan agama serta adat istiadat.  Kita tercipta dengan banyak perbedaan,  perbedaan yang ada jangan dijadikan sebagai permasalahan akan tetapi carilah dari bangsa Indonesia dari sisi yang sama.  Sisi yang sama itu adalah kita pernah mengalami penjajahan sangat lama yaitu kurang lebih 350 tahun.  Itu bisa terjadi karena antar suku tidak mau bersatu.
Sebagai  warga negara yang baik kita harus mempunyai rasa wawasan kebangsaan yang tinggi.  Jangan terpengaruh oleh budaya asing yang tidak sejalan dengan norma – norma bangsa Indonesia. Memiliki rasa kebangsaan untuk menumbuhkan rasa kesatuan tekad dan perasaan masyarakat,  terhadap kondisi bangsanya untuk menjadi bangsa yang kuat, dihormati dan disegani diantara bangsa-bangsa lain, yang diwujudkan dalam kesetiaan masyarakat terhadap pemerintah dan rela berkorban demi menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk pembinaan mental, jiwa korsa/kebersamaan kepada masyarakat/organisasi, serta loyalitas yang tinggi, tertanam juga jiwa patriotisme cinta terhadap Bangsa dan tanah air kita Indonesia, dan tata cara berpakaian yang rapi dan benar, juga sebagai kesiapan masyarakat menghadapi hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan dari manapun datangnya.
Diharapkan sebagai warga negara bisa menjadi contoh bagi lainnya, dalam hal Kedisiplinan, Cinta Tanah Air, Rela berkorban, Perlakuan kepada Bendera dan lambang-lambang Negara. Dan mewaspadai kelompok yang mau mengganti Idiologi Pancasila dengan paham lain. Waspadai kelompok garis keras yang mau merongrong kewibawaan dan keutuhan NKRI.
 
Reporter: (Pendim 0707/Wsb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here