Warga Mertokondo Antusias Kembangkan Wisata Alam

WONOSOBOZONE – Dusun Mertokondo, Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar tengah berbenah untuk mengembangkan potensi wisata alamnya. Didukung antusiasme warga dan perhatian dari pemerintah desa Rejosari, setidaknya ada 4 objek wisata berbasis keindahan alam yang siap dikembangkan. Hal itu terlihat jelas ketika pada Senin (5/1), kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dusun tersebut memperkenalkan Bukit Coko Bolo, Bukit Serandil, Curug Grenjeng dan arung jeram Tirto Jali. Tirto Suwigyo, sesepuh desa sekaligus penasehat Pokdarwis Mertokondo bahkan mengungkap, dusunnya juga menyimpan potensi wisata sejarah yang berkaitan dengan perjuangan Pangeran Diponegoro kala melawan penjajah Belanda.

“Sisi sejarah yang menandai berdirinya dusun Mertokondo ini cukup unik dan menarik karena jejaknya masih bisa kita temukan di petilasan Raden Bambang Margono, tokoh pendiri dusun ini yang terletak atas bukit sebelah timur dusun,” tutur Tirto. Kelebihan lain dari Dusun Mertokondo menurut Tirto juga ada pada karakter warga masyarakatnya yang ramah dan gemar bekerjasama memajukan dusun. “Warga dusun ini siap menerima kunjungan setiap tamu yang ingin menikmati keindahan alam Mertokondo dengan segenap hati, dan bahkan kami juga akan mempersiapkan hidangan tradisional khas bagi para wistawan,” tambah Tirto.

Pembina Pokdarwis Kabupaten Wonosobo, Darmawan Ubiyanto yang turut mendampingi dusun Mertokondo mengembangkan potensi wisatanya membenarkan apa yang dikatakan Tirto. Menurut pria yang akrab disapa Pak Ubi itu, kekayaan alam di Mertokondo sangat layak untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, terutama bagi para penyuka petualangan di alam bebas. “Setidaknya ada 4 objek yang bisa dijelajahi di Metokondo, yaitu dua bukit Coko Bolo dan  Serandil serta Curug Gerenjeng dan river tubing menyusuri saluran air,” jelas Ubi. Di kedua puncak bukit tersebut, Ubi menyebut para pengunjung akan disuguhi pesona alam dan keindahan semburat matahari terbit di pagi hari, dan terbenam di sore harinya. Ke depan, menurut Ubi pihaknya juga berupaya mendorong pengembangan wisata air lainnya, yaitu kolam renang dan waterboom. Rencana tersebut menurutnya sangat layak direalisasi karena potensi air di Mertokondo cukup melimpah.

BACA JUGA:  Masyarakat Kebumen Deklarasi Gerakan Anti Muwur

Kondisi positif itu masih didukung dengan komitmen Kepala Desa Rejosari, Edi Sudiyoko yang menegaskan ia sangat apresiatif terhadap adanya antusiasme warga Mertokondo untuk maju dengan potensi alamnya. “Selaku Kades saya jelas sangat mendukung upaya memajukan dusun melalui pengembangan pariwisata alam ini,” terang Edi. Wujud dukungannya, dikatakan Edi diantaranya adalah merealisasikan pembangunan jalan sebagai akses menuju ke objek wisata sehingga nantinya para pengunjung merasakan kenyamanan saat hendak menikmati keindahan. Selain itu, pihak Pemerintah Desa juga telah merencanakan untuk membangun sarana lain yaitu arena pentas seni dan budaya di salah satu lahan milik Desa.

Melihat kekompakan dan antusiasme warga Mertokondo serta dukungan penuh dari pihak Pemerintah Desa Rejosari, Agus Purnomo selaku penasehat Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Wonosobo mengaku sangat gembira. “Kalau semua pihak sudah memiliki semangat yang sama, berarti ke depan tinggal bagaimana warga menjaga agar objek wisata selalu bersih serta tetap ramah kepada setiap pengunjung yang datang,” ungkap Agus. Keindahan alam di Mertokondo, menurut Agus saat ini banyak dicari oleh wisatawan, baik dari dalam Negeri maupun Mancanegara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.