Warga Kota Wonosobo Antusias Ikuti Safari KB

WONISOBOZONE – Bakti Sosial Safari Keluarga Berencana (KB) yang diselenggarakan TP PKK Kecamatan Kota Wonosobo, bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PP dan PA) Kabupaten, Selasa (7/2) disambut antusias warga. Dari target yang dicanangkan, yaitu sebanyak akseptor baru, ternyata warga yang mendaftar mencapai hampir 200 orang. Kepala DPPKB PP dan PA, Junaedi bahkan mengaku terkejut dengan masih tingginya antusiasme warga tersebut, mengingat selama ini fasilitas kesehatan yang tersedia di wilayah Kota Wonosobo sudah relatif mencukupi. “Terus terang ini di luar perkiraan kami, karena ternyata warga di perkotaan juga masih sangat antusias mengikuti KB gratis, sehingga kedepan selayaknya perlu digelar lebih sering,” ungkap Junaedi saat ditemui tengah memantau pemasangan implant di aula Kecamatan.

Selain di Kota Wonosobo, Junaedi menyebut pihak DPPKB PP dan PA akan menggelar safari serupa di setidaknya 6 wilayah se-Kabupaten Wonosobo, sepanjang Tahun 2017. Wilayah seperti Kalibawang, Kaliwiro, Wadaslintang, Watumalang, Garung dan Sapuran dikatakan Junaedi akan menjadi sasaran pelaksanaan safari KB, di luar kegiatan bakti sosial yang melibatkan organisasi kemasyarakatan. “Seperti di Kecamatan Kota Wonosobo ini kami memfasilitasi safari KB yang diinisiasi TP PKK Kecamatan, sehingga ini di luar rencana 6 titik tersebut,” terangnya. Safari KB, diakui Junaedi menjadi salah satu senjata utama pihaknya dalam upaya mengejar target capaian akseptor baru, yang untuk tahun 2017 ini diprediksi bisa bertambah 22.000 orang. Dengan melihat animo warga Kota Wonosobo yang masih sangat tinggi untuk bisa ber-KB, Junaedi mengaku optimis target tersebut bisa dipenuhi. Tahun 2016 lalu, capaian akseptor KB baru menurutnya juga mampu melebihi ekspektasi sampai 107 %.

Keyakinan terhadap masih tingginya animo masyarakat untuk merencanakan masa depan keluarga juga disampaikan Camat Wonosobo, Zulfa Ahsan Alim. Tingkat kepadatan penduduk, khususnya di Kota Wonosobo diakui Zulfa sudah mencapai tingkat di atas rata-rata kelayakan. “Ada bahkan di salah satu kelurahan yang tingkat kepadatan penduduk sudah mencapai 6.000 jiwa per kilometer persegi,” tutur Zulfa. Hal itulah yang menurutnya perlu diperhatikan pihak Dinas terkait, agar menjadikan wilayah padat penduduk sebagai sasaran prioritas. Pemerintah Kecamatan, menurut Zulfa sangat mendukung adanya inisiatif untuk mengadakan bakti sosial serupa, agar ke depan warga semakin sadar terhadap pentingnya merencanakan keluarga secara matang. “Apa yang sudah dilakukan TP PKK Kecamatan, yang memanfaatkan secara optimal jaringan kader di desa dan kelurahan ini bisa menjadi contoh positif bagi organisasi kemasyarakatan lainnya,” tandasnya.

Senada, Ketua TP PKK Kecamatan Wonosobo, Ny. Dewi Anggraini Zulfa Ahsan pun mengakui ia terus berupaya promosi pentingnya KB ke masyarakat di wilayah kerjanya. “Diperlukan promoting yang intensif agar masyarakat meningkat kesadaran ber-KB nya sehingga bersedia hadir di setiap kita selenggarakan safari seperti ini,” ungkap Dewi. Program keluarga berencana, ditegaskan Dewi menjadi bagian dari 10 Program Pokok PKK, yang akan berimbas pada meningkatnya derajat kesehatan dan kesejahteraan warga.

(Danang Hari Purnomo S.Kom-Staff Diskotik Pemkab Wonosobo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here