Warga Kalimendong Rayakan Merti Kitri

WONOSOBOZONE – Kesadaran warga masyarakat desa Kalimendong, Kecamatan Leksono untuk melestarikan lingkungan dan hutan di sekitar tempat tinggal mereka, layak mendapat acungan jempol. Sebagai pemegang gelar juara hutan rakyat Tahun 2007, warga setempat benar-benar berusaha membudayakan cinta lingkungan secara nyata, bahkan termasuk melalui gelaran Merti Kitri pada Minggu (16/10). Kepala Desa Kalimendong, Sugito ketika ditemui di sela acara Merti menjelaskan, acara Merti Kitri pada Muharram tahun ini digelar untuk membangun kebersamaan dan gotong royong. “Acara dimeriahkan dengan wayang kulit dengan lakon Kresno gugat oleh Ki Sigit Ariyanto dari Rembang dan didahului kirab Gunungan,” terang Sugito.
Tujuan lain dari Gelar Merti Kitri yang berlangsung setiap tiga tahun sekali, disebutkan Sugito, adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, serta untuk menyadarkan warga terhadap upaya menjaga alam dan lingkungan di Kalimendong.  “Kami berusaha agar budaya menanam di setiap jengkel tanah terus terjaga, termasuk memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk tanaman obat keluarga atau tanaman buah dalam pot (Tabulampot),” lanjut Kades. Sebagian besar warga, diakui Kades sudah sangat paham akan hal itu, sehingga selain menanam salak sebagai komoditas utama penopang perekonomian keluarga, mereka juga membudidayakan aneka jenis tanaman di halaman rumah.
Melihat keseriusan warga Kalimendong dalam melestarikan alam sekaligus menjaga tradisi dan budaya, Kepala Kantor Parekraf, Agus Purnomo mengaku sangat terkesan. Ia yang hadir bersama Direktur PDAM Tirto Aji, Retnoningsih meyakini desa Kalimendong sangat potensial untuk dikembangkan sebagai desa wisata lingkungan. “Karena kesadaran warga sudah terbentuk, dan saya melihat lingkungan di Kalimendong ini sangat terjaga dan tampak ijo royo-royo, sehingga bisa dipromosikan sebagai salah satu destinasi wisata alam dan lingkungan,” tandas Agus. Hal lain yang akan sangat mendukung bagi pengembangan desa wisata, menurutnya adalah potensi buah-buahan di Kalimendong yang beragam, seperti durian, salak, manggis, sampai pisang berukuran besar yang lebih dikenal dengan pisang byar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here