Warga Bugel Nguri-Uri Budaya Di Wilujengan Dusun

WONOSOBOZONE – Gelaran Merti Dusun Bugel, Desa Keseneng, Kecamatan Mojotengah dihelat meriah dengan beragam acara seni dan budaya. Diawali pada Jum’at pagi (22/4), acara bertajuk wilujengan dusun tersebut, menurut Kades Keseneng Mugiharto baru akan berakhir pada Minggu (24/4) mendatang. “Acaranya cukup banyak, mulai dengan doa bersama, pertunjukan kesenian kuda lumping, tayub, sampai lenggeran dan wayang kulit,” jelas Mugiharto. Untuk tahun ini, Mugi menyebut pihak dusun menggelar Merti secara lebih meriah dari tahun sebelumnya. Tujuannya selain sebagai upaya mengungkapkan rasa syukur warga atas keberkahan dan keselamatan yang diberikan oleh sang Kuasa, juga sebagai media melestarikan tradisi dan budaya luhur warisan nenek moyang warga dusun Bugel.
Ketua BPD Keseneng, Rudiyanto menambahkan, inisiatif warga Bugel untuk menggelar Merti Dusun juga dilandasi oleh adanya kerawanan bencana alam. “Wilayah ini cukup sering dilanda lesus, alias angin puting beliung,” jelas Rudiyanto. Melalui acara doa bersama di Merti dusun, Rudiyanto berharap kejadian serupa tak terjadi lagi di masa mendatang. “Pada Minggu besok, kami juga akan menggelar pengajian akbar demi mengajak warga untuk bisa bermuhasabah bersama,” lanjut Rudi.
Inisiatif warga masyarakat Bugel untuk tetap menjaga adat dan tradisinya melalui gelar wilujengan dusun, menurut Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Purnomo layak dicontoh. “Bentuk pelestarian budaya dengan merti dusun seperti di Bugel ini bisa pula diangkat sebagai objek wisata yang menarik,” kata Agus. Pihak Kantor Parekraf, menurutnya berupaya untuk mendorong agar beberapa desa maupun dusun yang memiliki tradisi tahunan khas, agar mengemas secara lebih menarik, sehingga wisatawan juga berminat untuk mengunjungi. “Kemasan Merti dusun seperti yang setiap tahun digelar warga Giyanti bisa menjadi contoh yang tepat,” tandas Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here