Warga Binaan Saksikan Deklarasi Janji Kinerja

WONOSOBOZONE – Sekitar 140 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Kabupaten Wonosobo, mengikuti apel dan menyaksikan Deklarasi Janji Kinerja 2018 jajaran Kemenkumham, yang diucapkan oleh karyawan Lapas kelas IIB Kabupaten Wonosobo, bertempat di lapangan Lapas, Senin (8/1).

Apel Deklarasi Janji Kinerja tahun 2018 “Kerja Bersama Tingkatkan Kinerja” yang diikuti oleh Kepala Lapas dan seluruh jajaranya serta warga binaan, dipimpin oleh Wakil Bupati Wonosobo, Ir. Agus Subagiyo, M.Si.

Deklarasi Janji Kinerja Tahun 2018 jangan hanya sekedar diucapkan, melainkan harus segera diimplementasikan. “ Tantangan dan hambatan akan selalu ada, bisa saja besar dan bisa juga kecil,” ucap Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Yasonna H. Laoly, dalam sambutannya yang dibacakan Agus.

Menurut Menteri, tantangan dan hambatan jangan menjadi kendala dalam mewujudkan pemerintah yang efektif dan efisien, tetapi sebaliknya memotivasi jajaran kemenkumham di seluruh tanah air untuk berbuat yang terbaik dengan mengerahkan kemampuan dan daya upaya yang dimiliki. Sikap, mental dan perilaku pegawai akan menentukan keberhasilan Kemenkumham dalam mengatasi hambatan dan tantangan yang ada.

Usai membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI, Agus Subagiyo, juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah siap membantu Lapas untuk ikut memberikan pelatihan dan ketrampilan kepada warga binaan lapas. “ meski lapas merupakan instansi vertikal, tetapi Pemerintah Daerah siap membantu karena warga binaan merupakan warga Wonosobo yang harus diberikan hak yang sama dengan warga lainnya” pungkas Agus.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Dan pemusnahan barang bukti hasil razia ruang Lapas.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Kabupaten Wonosobo, Akbar Amnur, usai apel juga menyampaikan bahwa warga binaan merupakan warga yang sudah dicap negatif di tengah tengah masyarakat, oleh karena itu perlu adanya kesadaran masyarakat bahwa warga binaan juga merupakan bagian dari masyarakat yang harus diterima. Oleh karena itu warga binaan juga harus diberi bekal agar mereka nantinya ketika kembali ke masyarakat sudah mempunyai ketrampilan.

Akbar Amnur juga menyampaikan bahwa kesulitan yang dihadapi lapas adalah ketika warga binaan sudah mempunyai karya mereka kesulitan untuk memasarkannya. “banyak kerajinan dan karya dari warga binaan lapas tetapi kendala yang dihadapi adalah soal pemasaran, oleh karena itu bantuan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk memasarkan hasil karya dari warga binaan lapas,” pungkas Akbar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here