Wanita Hasanah Wonosobo Fokus Pemberdayaan Warga Tak Mampu

WONOSOBOZONE – Kepedulian warga masyarakat untuk turut berpartisipasi mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Wonosobo, tampak kian meningkat. Setelah sejumlah komunitas sosial, seperti Rumah Empati dan Wonosobo Berbagi, lebih dulu muncul, Senin (23/1) diresmikan pula Wanita Hasanah Wonosobo (WHW). Wakil Bupati, Agus Subagiyo yang meresmikan komunitas dalam bentuk yayasan tersebut di Dusun Petir, Desa Bumitirto Kecamatan Selomerto menyebut, adanya inisiatif dari kaum perempuan untuk turut berpartisipasi dalam penanggulangan kemiskinan, layak diapresiasi. Seusai potong tumpeng yang juga menandai perayaan Ulang Tahun Komunitas Wonosobo Berbagi (WB), Wabup menegaskan dukungan terhadap langkah sekelompok perempuan dari beragam latar belakang dan profesi tersebut.
“Setelah diresmikan, saya berharap agar WHW ini benar-benar mengoptimalkan jaringan, dan bersinergi dengan berbagai unsur masyarakat, sehingga ke depan upaya untuk turut memberdayakan warga kurang mampu lebih cepat terwujud,” tegas Wabup. Ia mengakui, masih banyaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kabupaten Wonosobo memang selayaknya menjadi perhatian bersama. Terlebih, dengan status Wonosobo yang saat ini masih menyandang predikat sebagai Kabupaten termiskin di Jawa Tengah, kehadiran komunitas-komunitas sosial, dinilai Wakil Bupati sangat tepat. Penanggulangan kemiskinan dengan pola pemberdayaan warga kurang mampu, seperti yang menjadi visi dan misi WHW, juga diakui Wabup, sinkron dengan program Pemerintah Kabupaten untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Fokus kepada upaya pemberdayaan warga, khususnya yang masuk kategori kurang mampu diakui Ketua WHW, Jasmine Sutan. Menurut mantan bankir yang akhirnya banting stir sebagai entrepreneur itu, WHW lahir berlandaskan rasa kepedulian terhadap kondisi warga masyarakat saat ini. “Masih banyak keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan, padahal sebenarnya mereka memiliki potensi untuk berkembang,” tutur Jasmine saat ditemui usai launching. Dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari ibu rumah tangga, wirausahawati, dokter, sampai notaris dan sejumlah profesi lainnya, WHW diakui Jasmine menjadi lebih memahami situasi sosial kemasyarakatan. “Program kami di WHW adalah untuk mengupayakan pemberdayaan wanita kurang mampu, menggali potensinya, serta mendampingi sampai berhasil,” beber nya.
Dengan ikhtiar nyata melalui pelatihan dan pendampingan usaha itu, Jasmine optimis upayanya bakal membawa dampak signifikan bagi upaya menanggulangi kemiskinan di Wonosobo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here