Walikota Magelang : Hari Jadi 1.113 Kota Magelang Bukan Hura-hura, Tetapi Perenungan Diri

MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang menggelar jumpa pers menyambut Hari Jadi Kota Magelang ke 1.113 Tahun di Bond Cafe and Bakery Magelang, Rabu (10/4/2019).

Walikota Magelang, Sigit Widyonindito mengatakan, peringatan Hari Jadi tahun ini diharapkan bukan hanya selebrasi saja, tetapi juga bentuk perenungan dan inspeksi diri dari Pemerintah Kota Magelanguntuk membangun Kota Magelang menjadi kota yang lebih maju ke depan.

“Hari jadi adalah perenungan diri, inspeksi diri, kira-kira yang dilakukan setahun terakhir apakah sudah baik. Ulang tahun tak sekedar hura-hura, tetapi perenunhan diri. Apa yang belum kita rumuskan, kita rumuskan agar hasilnya lebih signifikan,” ujarnya.

Meski sudah berusia matang, masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.  Satu di antaranya adalah angka kemiskinan. Pemkot Magelang terus berupaya menurunkan angka kemiskinan. Saat ini angka tersebut berangsur turun hingga kini mencapai sekitar tujuh persen.

“Di sisi lain pertumbuhan ekonomi kita terus meningkat, di angka lima sekian persen. Indeks gini juga. Meski kita tidak ada zona industri, tetapi kita harus mampu menarik peluang itu. Bagaimana masyarakat eks-Kedu, ada ketergantungan untuk ngangeni Kota Magelang, main di Magelang, yang selama ini sudah terjadi,” katanya,

Sigit pun berkeinginan mengulang sukses tahun 2015 dengan mengusung program Ayo ke Magelang. Tagline-nya adalah Magelang Moncer Serius, Magelang Modern Cerdas Sejahtera dan Religius.

“Kotanya modern, produktif, bersih kotanya, santun masyarakatnya. Ini akan mampu memberikan semangat, kita boleh maju, cerdas, berhasil, produktif, tetapi juga harus religius.” imbuhnya.

Sigit menambahkan, semua capaian tersebut dapat terpenuhi dengan adanya partisipasi dari masyarakat. Masyarakat memiliki rasa memiliki yang tinggi. Apapun kebijakan dari pemerintah, jika masyarakat tidak mendukung bisa kurang optimal.

BACA JUGA:  HUT Fastikom UNSIQ

“Partisipasi masyarakat tinggi. Rasa memiliki baik darj masyarakat. Apapun kebijakannya, kalau masyarakat tidak mendukung ya kurang optimal. Seperti menata PKL, memang bermasalah, tetapi akhirnya dapat diselesaikan. Kita juga mendapatkan penghargaan pasar terbaik difabel. Pamrihnya untuk rakyat,” pungkasnya.

Artikel dikutip dari Tribunjogja.com Penulis Rendika Ferri, link
http://jogja.tribunnews.com/2019/04/10/walikota-magelang-hari-jadi-1113-kota-magelang-bukan-hura-hura-tetapi-perenungan-diri

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.