Wakili Jawa Tengah Cabang Atletik, Khamid Soiman Optimis Raih Prestasi di Ajang PON XIX

WONOSOBOZONE – Wakili Provinsi Jawa Tengah di Cabang Olahraga Atletik, atlet asal Wonosobo, Khamid Soiman optimis bisa meraih prestasi optimal di ajang PON XIX, setidaknya bisa meraih medali perak. Optimisme ini disampaikan pelatihnya, Yuniarti, saat berpamitan dengan Bupati didampingi pihak KONI Kabupaten Wonosobo, Selasa, 13 September di Ruang Kerja Bupati.
Menurut Yuni, Khamid Soiman, warga dusun Sikapat desa Besuki kecamatan Wadaslintang, yang saat ini tercatat sudah 4 tahun bekerja di Dinas Jasmani TNI AD Cimahi Bandung akan tampil di nomor lari 3000 meter halang rintang, dan menjadi satu-satunya atlet asal Wonosobo yang akan mewakili Provinsi Jawa Tengah di ajang PON XIX. Kepastian ini didapat melalui Surat Keputusan KONI Provinsi Jawa Tengah nomor 29.1/S.K/VIII/2016 tanggal 24 Agustus 2016 perihal penetapan atlet dan official cabang olahraga PON XIX Jawa Tengah cabang olahraga atletik. Ia akan bergabung bersama 32 atlet lainnya untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah di cabang atletik PON XIX Jawa Barat. Sebelumnya, ia dipastikan mewakili Provinsi Jawa Tengah saat lolos kualifikasi dua tahun sebelumnya dalam ajang Kejurnas.
Diakuinya, saingan terberat untuk meraih medali emas datang dari atlet Jawa Timur pemegang rekor nasional nomor ini, yakni Acong Rio Purwanto, yang diukirnya dalam ajang SEA Games. Meski demikian optimisme tetap mengemuka, yang didasari dari capaian waktu yang diraih saat pemusatan latihan dan hasil uji coba di beberapa ajang uji coba, yakni 9 menit 23 detik. Sedangkan rekor nasional 8 menit 55 detik, adapun waktu terkahir Acong adalah 9 menit 10 detik. Capaian inilah yang menjadi optimisme pihaknya bisa meraih medali di ajang ini.
Untuk lebih memantapkan hasil, pihaknya sudah melakukan pemusatan latihan sejak Maret 2016, dan rutin pagi dan sore hari melakukan latihan, setidaknya 2 jam di tiap sesi. 1 jam untuk latihan inti seperti latihan naik turun tangga dan ketahanan fisik serta 1 jam latihan untuk pemulihan dan stabilisasi termasuk strategi. Selain itu pihaknya kerap mengikuti ajang uji coba, dalam beberapa kejuaraan, seperti kejuaraan atletik di Jakarta, Jawa Timur, Bagka Belitung dan Jawa Tengah. Di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Khamid, yang sebelumnya tercatat sebagai siswa SMP 3 Wadaslintang dan SMA PPLP Salatiga serta pernah menjadi juara II ASEAN School 2012 nomor 5000 meter, sukses menjadi juara 2.
Ketua KONI Kabupaten Wonosobo, Bambang Laras Nyoto, saat mendampingi Khamid menyampaikan, sebenarnya selain Khamid, Wonosobo juga ikut mengirimkan wakilnya dalam ajang PON, yakni di cabang olahraga arung jeram. Namun cabang ini ternyata masih cabang eksebisi, sehingga harapan untuk meraih medali tinggal di pundak Khamid. Sebelumnya di ajang PON tahun 2004, Wonosobo pernah meloloskan 4 wakilnya di cabang atletik, namun belum berhasil meraih medali. Ia berharap adanya dukungan semua pihak, sehingga atlet Wonosobo bisa berprestasi optimal, termasuk dari KONI dan PASI Provinsi Jawa Tengah, karena Khamid membawa panji Provinsi Jawa Tengah.
Sementara Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, berharap agar Khamid bisa menjaga kondisi fisiknya, dengan tetap berlatih teratur serta menjaga asupan makanannya, dan tetap menjaga optimisme untuk meraih prestasi optimal. Ia berencana akan hadir langsung memberi dukungan pada atlet Wonosobo yang akan bertarung pada tanggal 26 September sore hari di stadion atletik Cibinong Jawa Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here