Wakil Bupati Tegaskan Tidak Ada Pungli Jabatan

Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo meninjau proyek betonisasi jalan desa di Kumejing Wadaslintang.
WONOSOBOZONE – Pengisian jabatan dalam Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru Pemkab Wonosobo, dijamin bersih dan berbasis pada profesionalisme. Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo menegaskan hal itu sudah menjadi komitmennya bersama Bupati, untuk menciptakan birokrasi yang akuntabel serta berorientasi pada pelayanan publik secara optimal. “Tidak akan ada pungli jabatan dalam upaya kami mengisi jabatan di semua OPD,” tegas Wabup di sela meninjau proyek jalan desa di Kumejing Wadaslintang, Selasa (8/11). Pemilihan pejabat, dikatakan Agus akan mengedepankan seleksi berdasar kemampuan, profesionalisme serta senioritas.
Pihaknya, diakui Wabup telah menegaskan sikap, untuk tak menolerir pihak-pihak yang mengaku bisa menjamin jabatan tertentu dengan imbalan nominal uang dalam jumlah tertentu. “Pak Bupati bahkan telah berkoordinasi dengan Kapolres untuk mengambil langkah tegas, yaitu menangkap siapapun, baik itu PNS atau non PNS yang berusaha mengambil keuntungan dengan menjual jabatan dan mengatasnamakan Bupati – Wakil,” tandas Agus. Ancaman bagi para pelaku pungli jabatan, menurut Agus sangat serius, yaitu dipidanakan, dan apabila yang bersangkutan PNS bisa langsung dipecat.
Sikap tegas terkait pengisian jabatan di SOTK baru yang diperkirakan bakal ditetapkan akhir Desember 2016 atau awal Januari 2017 mendatang itu dijelaskan Agus, sekaligus merupakan komitmen nyata, dukungan terhadap keinginan Pemerintah Pusat untuk menghapus segala bentuk pungutan liar (Pungli). “Kami juga meyakini bahwa para pejabat maupun pegawai yang memang berkinerja baik dan menjunjung tinggi profesionalisme, tidak akan mau membayar sepeserpun untuk jabatan apapun,” lanjut Wabup.
Kepada seluruh pegawai di jajaran Pemkab Wonosobo, Agus juga mengaku selalu berusaha menyampaikan komitmen tersebut melalui berbagai forum, termasuk di gelar apel pagi rutin. Harapannya, tidak ada pegawai yang nantinya justru percaya pada oknum-oknum tak bertanggungjawab, hingga akhirnya merugi karena tertipu janji kosong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here