UU Penghapusan Kekerasan Seksual Mendesak Disahkan

WONOSOBOZONE – Kian maraknya kasus kekerasan seksual di Wonosobo, utamanya yang menimpa kalangan anak-anak membuat banyak elemen masyarakat prihatin. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPIPA), sebagai salah satu organisasi perempuan yang aktif dalam upaya penanganan kasus-kasus kekerasan seksual, mengakui bahwa dalam rentang setengah tahun pertama 2016 telah menangani tak kurang dari 65 kejadian. “Januari sampai Juni 2016 kami menerima laporan kasus kekerasan pada perempuan dan anak,” tutur Direktur UPIPA, Nuraini Areswari saat ditemui di sela acara diskusi lintas komunitas di Pendopo Kabupaten, Jum’at (25/11).
Sebagian di antara 65 laporan yang masuk tersebut, dikatakan Nuraini merupakan kasus kekerasan seksual, dan 85 % diantaranya menimpa anak-anak. Mengingat demikian memprihatinkannya kondisi itulah, Nur dengan tegas mendorong agar Pemerintah bersama DPR RI segera mengesahkan rancangan Undang-Undang (RUU) penghargaan kekerasan seksual. Dengan adanya UU Penghapusan Kekerasan Seksual, Nur meyakini para pelaku bakal berpikir lebih panjang saat hendak bertindak kasar, baik pada perempuan maupun anak-anak. Kasus-kasus yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Wonosobo juga diakui Nur sudah dalam taraf yang sangat parah. “Ada pendidik yang justru melakukan pencabulan kepada muridnya, dan bahkan sekarang sesama anak-anak pun sudah berbuat asusila,” bebernya.
Mengingat itu, dalam momentum 16 Hari anti Kekerasan, mulai 25 November sampai 10 Desember, Nur mengajak semua pihak untuk bergerak bersama. “Kami menggelar banyak sekali kegiatan, termasuk di Pendopo ini diskusi lintas komunitas bertema Mimpi Dibangun Bukan untuk Dihancurkan, demi menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya penghapusan kekerasan seksual,” tandasnya.
Ajakan UPIPA tersebut disambut antusias para remaja yang turut dalam diskusi. Hanif Amrullah, remaja dari Forum Anak Kreatif Wonosobo (Forkos), mengaku sangat prihatin dengan maraknya kekerasan seksual yang menimpa anak-anak dan kalangan sebayanya. “Saya juga mendukung agar UU penghapusan kekerasan seksual segera disahkan agar tidak ada lagi korban, terutama di kalangan anak-anak,” tegas Hanif. Ia juga berharap adanya inisiatif dari UPIPA Wonosobo untuk menggelar diskus, mampu menyadarkan masyarakat, betapa dampak pornografi maupun pornoaksi sangat membahayakan masa depan generasi Bangsa. “Semoga tidak ada lagi tindak kekerasan seksual baik pada kalangan perempuan maupun anak-anak di Wonosobo tercinta ini,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here