USAI PENANTIAN PANJANG PEMKAB REALISASIKAN HUNIAN BAGI KORBAN LONGSOR DESA BANTAR BANJARNEGARA

BANJARNEGARA – Sejak longsor merusak 50 an rumah warga Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa Banuarnegara setahun lalu, warga harus mengungsi ke rumah-rumah penduduk yang lebih aman. Akhirnya warga bisa bernapas lega.

Dulu Pemerintah menjanjikan bantuan relokasi kepada mereka yang kehilangan tempat tinggal untuk merangkai kehidupan baru. Usai penantian panjang yang melelahkan, puluhan warga memperoleh kepastian perihal pembangunan hunian baru bagi mereka.

Dua unit kerangka rumah telah berdiri di atas 2 bidang lahan seluas masing-masing 100 meter persegi. Kerangka rumah berbahan beton itu sebagai tanda awal pembangunan dimulai.

Pembangunan tahap awal berupa pendirian 51 kerangka rumah yang akan ditempati para korban.

Kepala Desa Bantar Eko Purwanto mengatakan, setidaknya ada 51 hunian yang akan didirikan di lahan relokasi untuk warga yang kehilangan tempat tinggal akibat longsor pada Januari 2018 lalu. Targetnya sehari jadi 3 unit (kerangka) rumah.

“hunian relokasi dibangun itu menggunakan dana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara,” katanya.

Lebih rinci, untuk anggaran dari Pemprov Jawa Tengah Rp 10 juta, sedangkan Pemkab Banjarnegara Rp 30 juta.

Eko menambahkan, Karena anggaran yang tersalurkan cukup mepet, mengharapkan rumah sempurna tentu akan sulit. Paling tidak, rumah yang selesai dibangun dengan dana tersebut sudah layak untuk ditinggali.

Selain mengandalkan bantuan pemerintah, mereka pun berupaya melakukan swadaya untuk menyempurnakan bangunan rumah.

Warga terdampak dapat memanfaatkan material bangunan rumahnya yang masih bisa diselamatkan dari musibah longsor.

“Masih ada material yang belum digunakan, nanti bisa dipakai,” katanya.

Bangunan ini akan diusahakan cepat dalam proses pembangunannya. Terlebih, warga terdampak telah lama mendambakan bisa menempati hunian baru milik sendiri.

Setahun sudah, puluhan keluarga terdampak longsor di desa tersebut harus menumpang di rumah warga lainnya yang dirasa aman.

BACA JUGA:  FGD Untuk Pemilu Damai dan Bermartabat

“Apapun kondisi rumah itu, asal layak dihuni, lebih berarti bagi mereka ketimbang harus tinggal di rumah milik orang lain,” jelasnya.

Artikel ini dikutip dari tribunnews.com dengan judul “Warga Desa Bantar Banjarnegara Bernafas Lega Penantian Miliki Hunia Akhirnya Terwujud” Penulis Khoirul M, link
http://jateng.tribunnews.com/2019/02/18/warga-desa-bantar-banjarnegara-bernapas-lega-penantian-miliki-hunian-akhirnya-terwujud?page=2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.