UPIPA GOW Wonosobo ciptakan konselor remaja



WONOSBOZONE – Unit Pelayanan Informasi Perempuan dan Anak (UPIPA) Kabupaten Wonosobo tak pernah berhenti berinovasi dalam menanggulangi kasus kekerasan remaja yang kini marak terjadi. Kali ini mereka menggandeng beberapa organisasi pemuda di Wonosobo untuk diberikan pembinaan serta pelatihan dengan tujuan untuk  mencetak kader-kader konselor (pembimbing) dalam  membantu teman sebayanya menghadapi sebuah permasalahan remaja.
Pelatihan konselor ini dihadiri sebanyak 34 orang yang merupakan perwakilan dari beberapa organisasi seperti PMII, HMI, FMN, GENTIRA, BEM UNSIQ, LKPW, JAKFI, Wonosobo Muda, Forkos, Theater Banyu, KAPP, FRW, UPIPA dan Panitia KAPP. Tiap organisasi diwajibkan mengirimkan 2 orang untuk mengikuti pelatihan konselor yang diadakan di Resto Ongklok (5/12) dengan tema “Kekerasan bukan kewajaran”.
Direktur dan Konselor UPIPA GOW Wonosobo Nuraini Ariswati atau biasa dipanggil dengan sebutan Bunda yang juga sebagai fasilitator dalam acara tersebut berharap para peserta dapat menularkan ilmunya kepada anggota dan teman-teman lainnya.
“Harapan kami, semoga dengan adanya pelatihan ini dapat melahirkan banyak konselor-konselor muda terutama konselor pria karena kasus kekerasan yang terjadi banyak dialami oleh wanita”, tambah Ibu paruh baya yang jago menyanyi tersebut sebelum memberikan materi tentang konsep gender kepada para peserta.
Tak hanya Bunda namun ada juga pemateri lain, yaitu Mb Bety selaku bendahara UPIPA yang memberikan materi tentang Konseling dan Bimbingan yang terdiri dari Dasar-dasar Konselor Untuk Remaja, cara menjadi fasilitator yang baik dan mengenal seperti apa dan bagaimana komunikasi yang efektif serta mempelajari apa itu komunikasi konseling.
Dalam pelatihan ini para peserta dituntut untuk pro aktif sehingga diakhit acara dilanjutkan diakusi tentang program-program dan inovasi apa yang akan dicanangkan oleh tiap organisasi untuk mendukung RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang masuk pada Prolegnas 2016. Seperti Ruli perwakilan dari Organisasi Gentira yang mengusulkan sistem penangan terpadu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here