Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2016 Berlangsung Sederhana Namun Tetap Khidmat

WONOSOBOZONE – Peringatan salah satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, diperingati secara sederhana, namun tetap khidmat dan tertib, dalam satu upacara bendera bertempat di Halaman Pendopo Kabupaten, Senin 3 Oktober 2016.
Upacara yang berlangsung sederhana, meski berlangsung di tengah hujan rintik tersebut, didasarkan pada Pedoman Pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, yang disusun dengan maksud agar penyelenggaraan kegiatan pelaksanaan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2016 dapat dilakukan secara terencana, sistematis, terarah, menyeluruh, dan terpadu. Tema yang diambil tahun ini adalah Kerja Nyata untuk Kemajuan Bangsa sebagai Wujud Pengamalan Pancasila.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Komandan KODIM 0707 Wonosobo, Letkol.Czi.Dwi Haryono dan komandan Upacara Kapten.Inf.Sutarto serta Perwira Upacara Pasiter Kapten.Inf.Sutiyo.
Upacara diawali dengan penghormatan pasukan,  mengheningkan cipta dipimpin Inspektur Upacara, Pembacaan Naskah Pancasila oleh Inspektur Upacara, Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh petugas dari Paskibra, dan Pembacaan Naskah Ikrar oleh Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Afif Nurhidayat dan diakhiri pembacaan doa oleh M.Mahbub dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo.
Hadir dalam upacara tersebut, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Staf Ahli Bupati, para Asisten,  Kepala OPD,  pimpinan Ormas, pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda, anggota Pepabri, PKK dan Dharma Wanita Persatuan. Dengan peserta upacara berasal dari unsur anggota TNI, POLRI, Satpol PP, PNS, dan pelajar SLTP serta sejumlah peserta upacara lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Afif Nurihayat, membacakan ikrar yang ditandatangani oleh Ketua DPR RI, Ade Komarudin, bahwa atas nama bangsa Indonesia, menyatakan, sejak diproklamasikannya Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan dan kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara, dan melalui semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara.
Pada akhir upacara, Bupati didampingi anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, serta beberapa peserta upacara menyaksikan foto-foto Pahlawan Revolusi yang dipasang di Halaman Pendopo Kabupaten. Pemasangan foto-foto tersebut dilakukan sebagai pengingat akan jasa sejumlah perwira militer yang gugur dalam tragedi G30S/PKI yang terjadi di Jakarta pada tanggal 30 September 1965, dalam upaya mempertahankan NKRI. Para pahlawan tersebut adalah Jenderal TNI (Anumerta) Achmad Yani, Letjen. TNI (Anumerta) Mas Tirtodarmo Harjono, Letjen. TNI (Anumerta) Siswondo Parman, Letjen. TNI (Anumerta) Suprapto, Mayjen. TNI (Anumerta) Donald Isaac Pandjaitan, Mayjen. TNI (Anumerta) Sutojo Siswomihardjo, dan Kapten CZI (Anumerta) Pierre Tendean.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here