UGM KEMBANGKAN PROGRAM RUMAH MANDIRI ENERGI DI PERBUKITAN BANJARNEGARA

BANJARNEGARA – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berdayakan ekonomi masyarakat di Perbukitan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah untuk lebih mandiri lewat program rumah mandiri energi.

Melalui program ini UGM mengajak masyarakat untuk lebih kretif dan inovatif mengembangkan bahan bakar alternatif biogas dengan memanfaatkan limbah kotoran sapi.

Dosen dan peneliti teknologi biogas dari FTP UGM, Ngadisih mengatakan Perbukitan Karangkobar merupakan kawasan pertanian yang terletak di zona daerah rawan longsor. Aktivitas pertanian kerap menyebabkan risiko terkena bencana banjir dan longsor.

“Selain mengajarkan pertanian kita juga mengajak masyarakat mengoptimalkan kegiatan peternakan,” kata dia di Kampus UGM, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Senin (28/1/2019).

Hampir semua warga memiliki hewan peliharaan dan ternak sapi. Hanya saja selama ini limbah kotoran belum dimanfaatkan. Limbah itu hanya dibuang atau ditumpuk di sekitar rumah, sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Karena itulah FTP UGM mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan limbah. Salah satunya dengan membuat biogas, yang sisanya bisa dimanfaatkan untuk pupuk.

“Ada 90 persen warga memelihara sapi. Tetapi kita baru buat percontohan dengan pemasangan instalasi di rumah bapak Sugi (warga),” ujar dia.

Ketua kelompok Tani Mekar Sari di Desa Leksana, Karangkobar, Sugi mengatakan mayoritas penduduk merupakan petani & peternak. Mereka hanya membuang kotoran ternak di pekarangan sampai mengering sebelum menjadi kompos untuk berkebun.

“Padahal dengan kompor biogas ini, bisa juga dimanfaatkan untuk memasak, sama halnya memakai kompor gas elpiji. Bahkan dari sistem ini sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tanpa harus membeli tabung gas lagi,” kata Sugi.

UGM juga memberikan edukasi dan kegiatan mitigasi bencana. Termasuk melakukan riset dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pemantauan respons hidrologi penggunaan lahan.

BACA JUGA:  BUNTIL KHAS BANJARNEGARA MIRIP KULINER TURKI

Selain itu, memantau limpasan dan erosi di daerah tangkapan air, pengembangan teknik konservasi tanah dan air, serta kegiatan pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat yang berada di daerah kawasan rawan bencana.

Artikel ini dikutip dari inews.id dengan judul “UGM Kembangkan Energi Alternatif Kotoran Sapi di Banjarmegara” Editor : Andi M, link
https://www.inews.id/daerah/yogya/ugm-kembangkan-energi-alternatif-kotoran-sapi-di-banjarnegara/443285

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.