TPID Wonosobo Study Banding Cara Mengurangi Kemiskinan di Takalar Sulawesi

Wabup Agus Subagiyo menerima Cinderamata dari Bupati Takalar Burhanudin Baharudin
WONOSOBOZONE – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)
Kabupaten Wonosobo berkunjung ke Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin
(2/5). Dipimpin oleh Wakil Bupati, Agus Subagiyo, kunjungan tersebut ditujukan
untuk mempelajari tata kelola pengendalian inflasi di Takalar. “Kabupaten
Takalar telah dua kali menerima penghargaan dari Presiden RI karena
pengendalian inflasinya di Tahun 2015 bisa mencapai 5,4 %, dan pada akhir Maret
2016 ini, baru ada di angka 0,17 %, dan sejak Januari sampai Maret baru 1,52
%,” terang Wabup melalui rilis tertulis yang dikirim via surat elektronik.
Penjelasan terkait pengendalian inflasi
tersebut, menurut Agus diperoleh langsung dari Bupati Takalar, Buhanudin
Baharudin dan Sekretaris Daerah Nirwana Nasrulloh. Potensi Kabupaten Takalar
yang cukup dominan di sektor pertanian, dikatakan Agus Subagiyo juga mirip
dengan Wonosobo. “Potensinya meliputi beras, cabe, kedelai, serta hasil
kelautan seperti ikan, udang dan rumput laut,” lanjut Agus Subagiyo. Dibanding
Wonosobo yang inflasi sampai Maret sudah mencapai 3,8 %, Wabup mengaku perlu
sekali mempelajari tata kelola inflasi daerah ke Kabupaten Takalar.

Bupati Takalar, menurut Wabup juga
mengurai cara-cara mengurangi angka kemiskinan di daerahnya. “Prioritas
pengentasan kemiskinan adalah dimulai dengan pembangunan rumah tak layak huni,
dan selanjutnya adalah dengan membantu ekonomi warga, seperti dengan membantu
hewan ternak, contohnya kambing dan ayam untuk dikembangkan,” urai Burhanudin.
Sementara untuk menekan inflasi, Kepala Bagian Perekonomian Setda Takalar,
Indro Sudibyo adalah dengan dengan menguasai situasi harga pasar dan apabila
terjadi gejolak harga secepatnya diambil langkah penanggulangannya. “Caranya
dengan mendatangkan komoditi dari luar daerah agar harga tetap stabil dan
konsumsi masyarakat tidak terganggu,” urai Indro. Selain itu, penanggulangang
inflasi daerah juga dilakukan dengan membuka kerjasama sentra perdagangan di
Kabupaten tetangga. “Pemantauan harga dilakukan secara rutin dan intensif,
sehingga apabila ada gejolak bisa langsung diketahui, “ pungkas Indro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here