TP PKK Kampanyekan Save The Children

WONOSOBOZONE – Masih munculnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak membuat jajaran Tim Penggerak PKK Kecamatan Kejajar prihatin. Demi menanggulangi munculnya kasus serupa di masa mendatang, Selasa (19/4) mereka berinisiatif menggelar kampanye bertajuk Save The Children.
Bersama unsur kepolisian dan UPT Puskesmas setempat, kampanye Save The Children tersebut juga ditujukan untuk mencegah terpaparnya anak-anak dari bahaya Narkoba dan Seks bebas.
Ketua TP PKK Kejajar, Asih Supriyadi mengatakan pihaknya berupaya menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi anak-anak dari ancaman pergaulan bebas maupun Narkoba, karena beberapa waktu sebelumnya mendapati laporan adanya kasus kekerasan yang melibatkan anak-anak usia dini. Kasusnya memprihatinkan karena berupa pelecehan seksual yang baik pelaku maupun korbannya masih anak-anak di bawah umur, jelas Asih ketika ditemui seusai acara.
Menurut Asih, selain munculnya kasus tersebut, gerakan Save The Children yang terselenggara atas kerjasama pihaknya dengan UPK PNPM itu juga dilandasi oleh merebaknya kasus HIV/AIDS di wilayah Kejajar. Dari data yang dirilis KPAI, November 2015 lalu jumlah penderita HIV baru 6 orang, namun pada akhir Januari 2016 lalu, jumlah penderita HIV di Kejajar sudah mencapai 12 orang, lanjut Asih.
Kondisi memprihatinkan tersebut, menurutnya perlu menjadi perhatian serius warga masyarakat Kejajar, mengingat potensi pertambahan jumlah penderita HIV kini semakin besar. Selain itu, Asih juga menyebut kasus pernikahan usia dini yang masih cukup banyak di wilayahnya menuntut perhatian TP PKK Kecamatan. Adanya keterlibatan para petugas Puskesmas Kecamatan dan Dinas Kesehatan serta Kapolsek Kejajar kami harapkan mampu menekan angka pernikahan dini maupun bahaya Narkoba agar ke depan tak lagi menimpa anak-anak, tegas Asih. Inti dari Kampanye Save The Children menurut Asih adalah agar anak menjauhi narkoba, seks bebas, pernikahan dini, dan pornografi dan bahaya HIV/AIDS.
Terkait pentingnya masyarakat memahami bahaya pergaulan bebas, Kepala Puskesmas Kejajar, dr Danang Sananto mengakui hal tersebut menjadi salah satu kewajiban pihaknya untuk mencegah. Karena itulah, ia mengaku senang ketika diundang TP PKK Kejajar untuk mengisi ceramah mengenai dampak pergaulan bebas di kalangan remaja dan anak-anak. Kejajar yang memangku kawasan Dieng ini memang layak waspada, mengingat arus wisatawan dengan beragam latar belakang budaya cukup deras, sehingga berpotensi memicu pergaulan bebas, terangnya.
Kekhawatiran yang sama juga dikemukakan Kapolsek Kejajar, AKP Sukirman, yang menyuarakan pentingnya masyarakat mewaspadai bahaya peredaran Narkoba di lingkungan masing-masing. Menurut Sukirman, kepedulian warga kepada kehidupan sosial di lingkungan sudah sepatutnya ditingkatkan, sehingga ketika ada potensi-potensi kerawanan seperti Narkoba, bisa diketahui lebih cepat. Kami dari kepolisian juga sudah rutin melakukan patroli demi mencegah masuknya Narkoba di wilayah Kejajar, tandas Kapolsek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here