TNI Dan Petani Melawan Tikus Sawah

WONOSOBOZONE – Dalam rangka menyukseskan swasembada pangan harus didukung semua pihak agar bisa berhasil sesuai dengan yang diharapkan.  Termasuk dalam upaya mengatasi kendala yang terjadi dilapangan seperti di desa Bumitirto Kecamatan Selomerto para petani mendapatkan serangan hama tikus.  Untuk mengatasi hal tersebut petani dibantu Koramil 10 Selomerto dan PPL mengadakan pembrantasan hama tikus dipematang sawah.  Adapun obat yang digunakan pada pembrantasan hama kali ini adalah Sreng dan ratgone 0,005 BB.(14/2)
Sebelum acara pembrantasan tikus dilaksanakan Babinsa, PPL dan petani mendapatkan pengarahan dari Danrmil Selomerto Kapten Arm Agus Suparno.  Kapten Agus menyampaikan bahwa tikus merupakan hama kita bersama oleh sebab itu perlu penanganan yang serius dengan melibatkan semua pihak.  Salah satu cara yang paling efektif adalah meminta kesadaran para petani agar bisa menanam secara bersama – sama.  Hal ini dimaksudkan agar terjadi pemutusan rantai makanan bagi tikus tersebut.  Jika para petani bisa menanam secara bersama – sama maka akan terjadi dimana tikus tidak dapat memperoleh makanan.  Untuk itu dibutuhkan kesadaran semua pihak agar bisa menanam secara serempak.
Ir Cuk Siswanto selaku Kepala UPT Selomerto menjelaskan tehnik cara pembrantasan tikus dengan menggunakan alat Sreng dan Ratgone.  Tehnik Penggunaan Sreng yaitu dengan cara  dimasukkan dalam corong lalu dibakar sumbunya kemudian dimasukkan kedalam lubang tikus,  setelah keluar asap lubang tersebut ditutup dengan menggunakan tanah sehingga tikus mati didalam lubang tersebut, itu cara yang pertama.  Sedang cara yang kedua setelah sreng dibakar dan dimasukkan ke dalam lubang ditunggu beberapa saat maka tikus akan keluar dalam keadaan mabuk karena asap tersebut mengandung belerang sehingga mudah untuk ditangkap.
Sedangkan untuk racun tikus yang kedua yaitu ratgone.  Cara penggunaan ratgone adalah dicampurkan ke makanan seperti padi, ketela atau yang lainnya sekiranya tikus itu mau memakannya. Setelah tercampur maka makanan tersebut ditaruh di depan lubang atau jalan yang sering dilewati tikus.  Lebih lanjut Cuk Siswanto menjelaskan bahwa kedua alat itu mengandung resiko dalam penggunaannya maka diharapkan fator keamanan harus selalu diperhatikan.  Ikuti aturan pakai yang telah ada dalam kemasan produk tersebut.  Jangan sampai kita membasmi tikus akan tetapi ikut menjadi korban.
Sumarno selaku Kepala desa Bumitirto menjelaskan bahwa saat ini hama tikus sudah mulai meresahkan para petani.  Mereka sudah mengalami kerugian dikarenakan hasil panen menurun sampai dengan 25 % dari biasanya.  Sehingga dengan adanya pembasmian tikus bersama TNI sangat membantu dalam menyukseskan program ketahanan pangan khususnya padi.   Untuk itu atas nama masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI dan PPL yang telah bersedia membantu membasmi hama tikus diwilayahnya.
Laporan: Ahmad ridho, s.kom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here