Tirto Utomo Award, Perpus Sebagai Wahana Melestarikan Budaya

WONOSOBOZONE – Perpustakaan selain sebagai learning center atau pusat pembelajaran, juga sebagai wahana melestarikan budaya dan Nusantara, hal ini diungkapkan Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo, saat memberikan sambutan dalam peringatan hari jadi perpustakaan umum Wonosobo yang ke 26 dan rangkaian Tirto Utomo Award ke 7, Sabtu, 01 April di ruang audio visual Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo.
Menurut Wakil Bupati, di era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi, yang memungkinkan masuknya beragam budaya, peran perpustakaan terasa semakin penting. Hal tersebut membuat perpustakaan harus memasang strategi yang tepat sebagai penyedia informasi, agar perpustakaan bisa menjadi ruang learning center atau pusat pembelajaran, dan pelestari budaya bangsa yang tidak ditinggalkan oleh masyarakat.Dalam kondisi ini, perpustakaan tidak hanya dituntut sebagai ruang baca saja, pergeseran paradigma sekarang menempatkan perpustakaan untuk mengembangkan diri sebagai sumber informasi, sarana pendidikan dan pembelajaran, tempat penelitian, pengabdian masyarakat, pelestari budaya sekaligus sebagai tempat rekreasi.
Saat ini dengan kemudahan akses melalui internet, banyak berbagai macam budaya yang masuk dan dikhawatirkan akan  menggeser budaya dan sejarah lokal. Terkait hal ini, layanan perpustakan menjadi salah satu kunci, pelestari budaya dan sejarah lokal, sehingga tidak hanya dibutuhkan bangunan fisik dan aktifitas-aktifitas keilmuan dalam perpustakaan saja, tapi bagaimana bisa menciptakan perpustakaan yang menjadi primadona para pemburu informasi.
Khusus tahun ini, sebagai rangkaian peringatan hari jadi perpustakaan, dan Tirto Utomo Award 7, digelar lomba menulis cerita rakyat, sebagai upaya melestarikan budaya dan sejarah Nusantara dari tulisan yang dikirimkan terpilih 13 finalis, yang terbagi menjadi 3 kategori, yakni kategori I Umum dan Mahasiswa, Kategori II SMP/SMA, serta Kategori III SD, yang merupakan binaan pengelola perpustakaan desa, dan para finalis diwajibkan mendongeng cerita yang telah ditulisnya dalam puncak Tirto Utomo Award ke 7.
Khusus penyelenggaraan kedua lomba ini, Wakil Bupati, yang juga penyuka dongeng ini, memberikan apresiasinya, dan berharap bisa menjadi salah satu upaya untuk melestarikan budaya lokal dan sejarah nusantara, meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan wawasan generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa.
Terkait kiprah Tirto Utomo Foundation dalam ikut memajukan perpustakaan di Wonosobo, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasinya, sebab selama ini, yayasan tersebut tidak hanya telah ikut memajukan perpustakaan saja, tapi juga telah ikut mendukung pembangunan segala aspek di Wonosobo seperti lingkungan, pendidikan, kesenian, olah raga, sosial dan budaya di Kabupaten Wonosobo.
Sementara itu, dalam puncak peringatan hari jadi perpustakaan dan Tirto Utomo Award ke 7, selain penyerahan tumpeng dari Wakil Bupati ke Ny.Jusniati Suganda dari Tirto Utomo Foundation, juga diserahkan penghargaan bagi juara lomba mendongeng kategori pelajar SD, yang mana juara I diraih Radita Prisma, juara II Bagus Riski, dan juara III Zato Valentino. Sedang kategori pelajar SMP/SMA juara I diraih Ana Pangestu, juara II Reza Nurkhalim dan juara III Almayna Benefitrisqi C. Sementara untuk juara lomba Kategori Umum, hanya ada dua juara, juara I diraih Dimas Aripangkas dan juara II Laily Sabiqoh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here