Tinjau Jembatan Bailey Tieng, Ganjar Optimis Jalur Dieng Lancar

Ganjar meninjau Jembatan Tieng
WONOSOBOZONE – Selesainya jembatan
darurat yang menjadi tumpuan lalu lintas dari arah Wonosobo ke Dataran Tinggi
Dieng mendapat apresiasi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Di sela
pemantauan jembatan bailey yang terletak di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar,
Kamis (9/7), Ganjar mengaku cukup optimis, lalu lintas dari dan menuju Dieng
tak akan terhambat. “Jembatannya cukup kuat, dan untuk antisipasi arus
kendaraan, sudah selayaknya dipasang rambu peringatan beban maksimal kendaraan
yang boleh melintas”, tutur Ganjar, yang datang bersama jajaran pejabat Pemprov
terkait, serta Bina Marga Jawa Tengah.
Namun demikian,
Ganjar menilai jalur menuju Dieng memang selayaknya dibuat lebih lebar.
“Sekiranya memungkinkan, tebing di sebelah jalan dikeruk agar nantinya jalan
bisa lebih lebar dari ini”, kata Ganjar kepada salah satu pejabat pembuat
komitmen (PPK) dari Bina Marga Jateng. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab
bahwa selain perbukitan yang berupa batuan, upaya membuka jalan di sekitar
wilayah tersebut akan memakan biaya cukup mahal, sehingga sementara belum ada
rencana untuk pelebaran.
Terkait kondisi
jalan Provinsi, khususnya yang ada di Wonosobo, Ganjar menegaskan bahwa upaya
perbaikan akan tetap dilakukan sampai H-7 lebaran. “Kalau yang Nasional sudah
harus berhenti perbaikan pada H-30, sementara yang jalan Provinsi masih boleh
sampai H-7 menjelang Idul Fitri”, terang Ganjar. Perbaikan jalan tersebut,
dikatakan Gubernur, memang dilakukan secara merata di seluruh wilayah Jawa
Tengah, mengingat arus mudik, baik yang menuju Jawa Tengah maupun sekedar
melintas tercatat paling besar. “Dengan semakin bagusnya jalan, maka arus
mobilisasi masyarakat maupun barang-barang yang termasuk kebutuhan pokok
masyarakat juga akan lancar”, tegas Ganjar.

Demi memperbaiki
infrastruktur jalan di Provinsi Jawa Tengah, Ganjar bahkan mengaku telah
meningkatkan anggaran pemeliharaan jalan hingga mencapai lebih dari 2 Triliiun.
“Sebelumnya anggarannya kecil, hanya sekitar 700 Milyar Rupiah, sehingga
kondisi jalan di Jateng banyak yang remuk”, ungkap Ganjar ketika memberikan
sambutan pengarahan di depan peserta rapat koordinasi tokoh agama dan tokoh
masyarakat Kabupaten Wonosobo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here