Tim Pengawas Barang Subsidi Temukan Izin BBM Kadaluwarsa

WONOSOBOZONE – Dalam upaya memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU, Tim Pengawas Barang Bersubsidi sejak hari pertama masuk pasca Lebaran Idul Fitri 1437 H, tepatnya hari Rabu tanggal 13 Juli 2016 sampai akhir pekan kemarin melakukan sidak di beberapa SPBU. Hal ini disampaikan Kasi Pengawasan Barang Beredar dan Perlindungan Konsumen Kantor Perindag, Oman Yanto, di kantornya, Senin, 18 Juli.
Menurutnya, di SPBU 44.563.02 Ngasinan selama lebaran dan pasca lebaran ditemukan cukup aman, karena tidak ada kekosongan stok akibat keterlambatan pasokan dari depot Maos.
Sementara di SPBU 44.563.09 Pecekelan Sapuran mengalami kekosongan akibat diserbu konsumen. Ini terjadi  2 hari pasca lebaran yaitu tanggal 8 dan 9 Juli 2016. Kekosongan ini akibat permintaan yang cukup tinggi karena momen puncak arus mudik yaitu pada hari Sabtu dan Minggu.
SPBU Pecekelan sendiri merupakan daerah penyangga karena perbatasan dengan wilayah Magelang, sehingga sangat mungkin konsumen yang tidak sempat membeli BBM di SPBU Magelang, secara langsung bisa beli di SPBU ini. Hal ini bisa dilihat dari pendistribusian pada jam 5 sore hari dan pada jam 8 pagi, besoknya sudah mengalami kekosongan.Adapun di SPBU 44.563.06 Kedalon, relatif cukup aman karena hanya jenis pertamax yang pernah mengalami kekurangan sehari.
Meski secara umum aman, dalam sidak tersebut, pihaknya menemukan masih adanya izin rekomendasi BBM jerigen yang kadaluwarsa, namun masih tetap dilayani, khususnya untuk jenis premium. Dua orang ketahuan tim sedang membeli BBM berjerigen jenis premium, atas nama Muhafid warga Kembaran Kalikajar sebanyak 7 jerigen, padahal rekomendasi yang diperbolehkan 210 liter perminggu dengan masa berlaku 11 Februari 2015. Serta atas nama Sudarno warga desa Bogoran Sapuran sebanyak 2 jerigen dengan masa izin sampai  22 Mei 2016.
Terkait hal ini, pihaknya meminta kepada pengelola SPBU, agar lebih disiplin menerapkan aturan, sehingga tidak ada perbedaan antar satu SPBU dengan SPBU lainnya. Diduga ada beberapa SPBU yang tidak konsisten menerapkan aturan, jadi ada SPBU yang menolak pengecer yang ijinnya sudah habis, namun ada juga SPBU yang masih melayaninya.
Pihaknya sendiri tidak membatasi masyarakat yang akan mengecerkan BBM. Mereka bisa menggunakan jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Plus atau Pertamina DEX untuk jenis solar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here