Tim Pendamping Haji Wonosobo Diminta Beri Layanan Optimal Para Jamaah

WONOSOBOZONE – 15 orang yang masuk dalam anggota tim Pendamping Haji (TPH) maupun Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) Wonosobo diminta memberi layanan optimal pada jamaah haji dan tidak meninggalkan jamaah di waktu-waktu penting menjalani rangkaian ibadah wajib di tanah suci. Himbauan ini disampaikan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, yang didampingi Wakil Bupati dan Jajaran FORKOPIMDA ketika menemui TPHD dan TKHD di Ruang Perundingan Pendopo Kabupaten Wonosobo, Selasa, 16 Agustus.
Menurut Eko, banyak hal yang perlu diawasi, termasuk ancaman virus MERS yang masih menjadi isu dunia, karena itu petugas kesehatan diminta jangan sampai lepas pengawasan terhadap jamaah, termasuk terkait apa saja makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi jamaah. Selain itu, jamaah haji asal Wonosobo harus sering diingatkan untuk tidak melewatkan ibadah wajibnya.
Mengingat tidak ringannya tugas pendampingan, Wakil Bupati, Agus Subagiyo, juga berharap agar setiap anggota TPHD maupun TKHD menyiapkan fisik secara serius, sebab tugas mendampingi haji harus dipahami sebagai amanah yang wajib ditunaikan secara sempurna, dan jangan dianggap sebagai sarana untuk berhaji gratis, karena menyangkut kepentingan tamu Allah. Lebih dari itu, Wakil Bupati menilai setiap anggota TPHD maupun TKHD memiliki kewajiban untuk menjaga nama baik daerah di Negeri orang.
Wabup juga meminta kepada mereka, mengingatkan jamaah haji Wonosobo, mendoakan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, agar bisa memimpin Wonosobo dengan baik dan Wonosobo bisa lepas dari kemiskinan. Diharapkan para pendamping haji ini bisa bertugas dengan lancar, dari berangkat sampai pulang dan seluruh tim pendamping haji beserta jamaah haji Wonosobo tetap rukun.
Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Afif Nurhidayat, meminta kepada tim pendamping haji, karena sudah diberi amanah tanggung jawab besar oleh Pemerintah, maka disana harus melayani seluruh jamaah haji, dan petugas harus selalu hadir di tengah-tengah jamaah. Sedang untuk memudahkan koordinasi, identitas petugas pendamping dan calon jamaah haji harus berbeda selain tetap menjaga kesehatan tiap petugas.
Komandan KODIM 0707 Wonosobo, Letkol.CZI.Dwi Haryono, menitip pesan kepada tim pendamping haji, agar melakukan cek setiap kegiatan dan komunikasi dengan semua unsur serta meningkatkan fungsi kontrol, sehingga tidak ada jamaah haji asal Wonosobo yang terlantar.
Dari penjelasan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Muhtadin, untuk Tahun Haji 2016, pihaknya menugaskan 15 orang untuk mendampingi 673 jamaah haji. Dari jumlah ini, sebanyak 7 orang tenaga kesehatan dan 8 orang pendamping teknis disiapkan untuk mengakomodasi kepentingan jamaah Haji. Terkait kesiapan para pendamping, Muhatadin mengakui telah ada prosedur tetap yang harus diikuti para petugas haji, termasuk bagaimana upaya mereka menjaga kesehatan diri, baik sebelum berangkat maupun selama berada di tanah suci, demi terlayaninya kepentingan seluruh jamaah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here