Tidak Berkaitan Dengan Pajak, Pengusaha Jangan Takut Dengan Sensus Ekonomi 2016

WONOSOBOZONE – Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan pajak. Hal ini ditegaskan Kepala BPS Wonosobo, Herawati Kusumaningsih, dalam sosialisasi sensus ekonomi bagi kalangan dunia usaha dan asosiasi profesi yang digelar BPS, Rabu, 4 Mei, di Hotel Surya Asia.
Menurutnya sensus ekonomi tidak berhubungan dengan pajak dan tidak dipungut biaya atau gratis, yang mana data yang dipublikasikan nantinya berupa data makro, yang dirahasiakan detailnya, sesuai Undang-Undang nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan beberapa pengusaha, yang merasa keberatan, jika data sensus nantinya akan mempengaruhi besaran nilai pajak yang harus dibayarkan. Sebab hal tersebut akan berimbas pada besaran laba yang diterima perusahaan.
Sensus sendiri dilakukan dengan tujuan untuk menyajikan data dasar unit usaha atau perusahaan serta aktivitas usaha di luar usaha pertanian sampai wilayah administrasi yang kecil, menyusun peta dan direktori perusahaan Usaha Menengah Besar (UMB) yang lengkap dan terpadu untuk setiap wilayah Kabupaten/Kota serta memperoleh populasi UMB dan Usaha Mikro Kecil (UMK) menurut wilayah maupun lapangan usaha.
Selain itu sensus dilakukan untuk menyusun kerangka sampel survei bidang ekonomi, kecuali wilayah kabupaten daerah perdesaan serta mendapatkan informasi lain, seperti penggunaan internet dalam kegiatan usaha (on-line), sistem waralaba (franchise), serta kepemilikan unit usaha atau perusahaan (ownership).
Kegiatan SE2016 nantinya mencakup seluruh unit usaha atau perusahaan, baik dengan menggunakan bangunan tetap atau permanen, bangunan tidak tetap maupun yang tidak menggunakan bangunan yang berada dalam batas-batas wilayah Indonesia.
Sedangkan aktivitas ekonominya mencakup seluruh kategori/lapangan usaha pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), kecuali aktivitas pertanian, kehutanan dan perikanan, aktivitas administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, serta aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja; aktivitas yang menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
Cakupan Kategori Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia diantaranya perdagangan besar dan eceran, reparasi serta perawatan mobil dan sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, informasi dan komunikasi dan aktivitas keuangan dan asuransi.
Selain itu cakupan Kategori Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia antara lain real estat, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, pendidikan serta aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial, kecuali kegiatan sosial di dalam panti dan di luar panti, kesenian, hiburan dan rekreasi kecuali aktivitas perjudian dan pertaruhan.
Aktivitas jasa lainnya, kecuali layanan kencan, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, organisasi sosial dan organisasi politik serta aktivitas badan internasional dan badan ekstra internasional lainnya, kecuali kedutaan besar dan konsulat, juga menjadi kategori Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia yang ikut disensus.
Terkait hal ini, Herawati meminta kepada jajaran Pemkab Wonosobo memberikan edukasi pada para pengusaha atau pengelola kegiatan di bawah binaannya, untuk memberikan informasi yang benar kepada petugas SE2016. Sedangkan kepada pimpinan pengusaha diminta untuk menyampaikan atau mengedukasi pengusaha atau anggota himpunan dan asosiasinya untuk menerima dan memberikan informasi yang benar kepada petugas SE2016 serta kepada semua pihak untuk mensukseskan Sensus Ekonomi 2016 untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Hal ini senada dengan Kepala BAPPEDA, One Andang Wardoyo, yang menekankan setidaknya ada tiga kunci kesuksesan sensus, yakni ketepatan metodologi sensus, kesabaran dan pengisian data yang benar oleh pendata serta kerjasama yang baik dari responden dengan memberikan data yang valid dan akurat. Menurutnya, hasil dari sensus ini, bagi Pemkab sangat penting, sebagai landasan perencanaan, pengambilan kebijakan, serta evaluasi kegiatan. Sedang bagi pelaku usaha untuk mengetahui posisi, peluang serta daya saing usaha. Sementara bagi masyarakat digunakan untuk menerima manfaat dari kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah.
Adapun Sekretaris KADIN Wonosobo, H.M.Subkhi Yusuf, menekankan, pihaknya siap mengawal keberhasilan sensus ekonomi, yang mana diharapkan, kegiatan ini bisa menjadi ajang pembelajaran, bagi pelaku usaha di Wonosobo, agar jiwa wirausaha tumbuh berkembang di Wonosobo, khususnya di kalangan muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here