Tertunda 2 Minggu, 16 Calhaj Asal Wonosobo Akhirnya Bertolak Ke Tanah Suci

WONOSOBOZONE – Keberangkatan
16 orang jamaah calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Wonosobo, yang sempat
tertunda akibat jatah kursinya diisi calhaj dari lain daerah, akhirnya
terealisir, Rabu pagi (16/9). Ke-16 Calhaj yang sedianya bergabung dengan
kelompok terbang (Kloter) 35 Embarkasi Adi Sumarmo tersebut, dilepas langsung
oleh Bupati, HA Kholiq Arif, ulama kharismatik KH Habibullah Idris dan Kepala
Kantor Kementerian Agama Wonosobo, serta beberapa pejabat Pemkab di Sekretariat
Daerah, tepat pukul 06.00 WIB. Kepada para calhaj yang tertunda
keberangkatannya tersebut, Bupati menyebut mereka sebagai orang-orang yang
telah membantu Negara.

“Keikhlasan
bapak ibu sekalian untuk legawa berangkat belakangan, tidak bersama rombongan
sesuai jadwal awal, merupakan salah satu bentuk bantuan kepada Negara”, tegas
Bupati. Bantuan tersebut menurut Kholiq menjadi sangat berarti bagi Negara, di
tengah munculnya berbagai permasalahan pelik terkait system elektornik Hajj
(e-Hajj) yang diaplikasikan Pemerintah Arab Saudi untuk visa para calon haji. “InsyaAllah,
kerelaan ke-16 calon haji asal Kecamatan Sukoharjo ini, menjadi bekal bagi
kelancaran ibadah selama di tanah suci, serta membawa kemabruran ketika kelak,
kembali lagi ke tanah air”, harap Bupati seraya meminta agar para jamaah juga
tak lupa mendoakan Kabupaten Wonosobo agar senantiasa aman, nyaman, rukun dan
sejahtera.
Apresiasi
atas keikhlasan 16 calhaj juga disampaikan oleh KH Habibullah Idris. Sebelum
memimpin doa, mantan Ketua MUI Jawa Tengah tersebut mengakui, tertundanya
keberangkatan ke tanah suci bukanlah hal yang mudah untuk diterima seorang
calon haji. “Saya sendiri pernah mengalami hal serupa, dan ketika sampai di
tanah suci sudah harus bersiap mengikuti rangkaian ibadah wajib, sehingga
terasa kurang persiapan”, tutur ulama yang akrab dengan sapaan Mbah Habib itu.
Namun dengan keikhlasan dan semangat mencari keridahaan Illahi, Mbah Habib
menyebut justru banyak sekali hikmah yang diperoleh selama menyelesaikan semua
prosesi ibadah. “Kuncinya adalah senantiasa berpasrah diri kepada Allah SWT dan
tidak perlu menyalahkan siapapun”, pungkas Mbah Habib.
Dari
keterangan Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama Wonosobo, Totok Jumantoro
ketika ditemui di sela pemberangkatan, ke-16 calon haji asal Sukoharjo akan
bergabung dengan Kloter 74. “Digabung dengan calon haji dari Kota Surakarta,
Kabupaten Kebumen, Sleman, Sukoharjo, dan Kabupaten Bantul”, terang Totok.
Kelompok terbang tersebut, dikatakan Totok akan diberangkatkan ke tanah suci
pada Kamis (17/9) sekitar pukul 11.00 WIB. “Meski awalnya agak sulit menerima
tertundanya keberangkatan, ke-16 calhaj ini akhirnya legawa dan ikhlas untuk
diberangkatkan tidak bersamaan dengan rombongan kloter 35 yang berangkat 2
minggu lalu”, ungkap Totok. (Ard)
Ilustrasi Web

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here