Tersambar Petir Diladang, 1 Orang Tewas

WONOSOBOZONE – Botok Yahudi, 11 Tahun, warga Dsn. Mendek Desa Pulosaren Kecamatan Kepil meregang nyawa akibat tersambar petir pada Rabu (1/3) siang. Nyawa korban tidak terselamatkan karena langsung meninggal saat petir menyambar gubug tempatnya berteduh. Korban bahkan sempat terpental sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan, S.I.K. melalui Kapolsek Kepil AKP Surakhman, S.H. menuturkan, pada saat kejadian korban bersama ibu dan kakaknya sedang bekerja di lading. “Sekitar pukul 13.00 Wib, hujan turun dengan lebat. Ketiganya kemudian berteduh di gubug yang ada di lading tersebut,” katanya.
“Menurut keterangan ibu korban yang selamat, belum lama mereka berteduh, tiba-tiba terdengar suara petir menyambar. Ketiganya lalu terpental dari gubug. Korban langsung meninggal ditempat sementara ibu dan kakanya hanya mengalami luka bakar,” lanjut Kapolsek Kepil. “Petugas Polmas kami yang mendapatkan laporan langsung mendatangi TKP bersama Bidan Desa. Korban kemudian langsung dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan,” terangnya.
Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, tidak ditemukan adanya luka yang berarti. “Hanya ada luka lecet pada jari kaki kanan. Dimungkinkan korban terkena sambaran langsung sehingga langsung meninggal,” terang AKP Surakhman. Setelah diperiksa, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, ibu dan kakak korban yang mengalami luka bakar hanya rawat jalan.
Seusai menyerahkan korban, Kapolsek Kepil menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati saat bekerja di lading. “Cuaca sekarang sangat tidak menentu. Terlebih saat kondisi hujan, tentunya sangat membahayakan. Baik itu bahaya hujan yang bisa berakibat longsor, maupun sambaran petir seperti ini. Jadi, jika situasi tidak memungkinkan, lebih baik tidak melakukan aktivitas di luar rumah,” himbaunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here