Terkait Kasus Handika, Pemkab Didorong Proaktif

WONOSOBOZONE – Ditangkapnya Handika Lintang Saputra, mahasiswa asal Wonosobo oleh aparat kepolisian Turki karena dituding menentang pemerntahan setempat, mengundang keprihatinan banyak kalangan. Di sela acara tausiyah seusai tarweh keliling di gedung Dewan, Senin malam (13/6), Ketua DPRD Afif Nurhidayat mengungkapkan perlunya semua pihak untuk tak serta merta menyimpulkan sendiri kasus yang kini tengah diseriusi Kementerian Luar Negeri RI tersebut. “Pemerintah Kabupaten seyogyanya lebih proaktif menjalin komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan pihak Kementerian Luar Negeri, demi mendapat kejelasan akan hal tersebut sehingga bisa mengambil langkah yang tepat,” ungkap Afif. Menurutnya, pemuda asal Desa Tlogo, Kecamatan Sukoharjo tersebut  merupakan aset potensial bagi Daerah, mengingat semasa sekolah ia selalu menjadi siswa berprestasi, dan akhirnya meraih beasiswa dari Pemerintah Turki untuk menuntut ilmu di Universitas Gaziantep.
Momentum ramadhan, dikatakan Afif menjadi waktu yang tepat untuk semua pihak menunjukkan kepedulian, termasuk kepada munculnya kasus Handika. “Semua pihak perlu menahan diri untuk tidak saling menyalahkan, serta lebih mengedepankan kepedulian terhadap sesama,” tegas Afif. Tak hanya soal Handika, dalam kesempatan tersebut, Afif juga menyinggung masih tingginya angka pernikahan dini dan perceraian di Wonosobo. “Wilayah Kepil dan Sapuran perlu menjadi perhatian khusus, karena di 2 Kecamatan tersebut angka pernikahan dini dan perceraian masih cukup tinggi,” tuturnya. Tingginya angka pernikahan dini dan perceraian tersebut, menurut Afif tak dapat dilepaskan dari faktor ekonomi warga masyarakat. “Tentunya hal ini berkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah, sehingga perlu kiranya ada upaya kolaboratif semua pihak untuk mendorong pemberdayaan masyarakat di sana,” tandas Afif.
Menanggapi keprihatinan Ketua DPRD tersebut, Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo mengaku sepakat. “Kami setuju pentingnya kerjasama kolaboratif antara Pemerintah, Dewan, serta unsur ulama maupun elemen masyarakat lainnya demi mengentaskan berbagai permasalahan yang perlu secepatnya ditangani,” tegas Wabup. Terkait kasus Handika contohnya, Wabup mengaku siap untuk bersama Bupati dan jajaran Pemkab lain berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian LN. Tak hanya soal Handika, Wabup juga menyebut Pemkab menaruh perhatian besar pada terjadinya musibah meledaknya pipa gas di PT Geodipa Energi Dieng (GED), yang menelan 1 korban tewas dan 4 lainnya masih dalam perawatan intensif. “Musibah di PT GED murni merupakan faktor alam, dan ke depan kami sudah meminta agar ada jaminan keamanan tehadap para pekerja dan lingkungan di sekitar perusahaan,” pungkas Wabup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here