Terkait Isu Kurangnya Isi Tabung 3kg di Wadaslintang, Kantor Perindag Panggil Manager SPPBE dan 5 Agen Penyalur

WONOSOBOZONE – Untuk memastikan isi tabung LPG 3kg, atau yang biasa disebut sebagai gas melon, Kantor Perindag Wonosobo, belum lama ini, memanggil Manajer Stasiun Pengisian dan Penganggukan Bulk Elpiji (SPPBE) PT. Aji Gamita Selokromo Wonosobo, Muhammad Asik serta 5 Pengelola Agen LPG 3kg sebagai penyalur.
Dalam rilisnya pada hari Minggu, 27 November, Ketua Tim Pengawas Barang Bersubsidi Kantor Perindag Wonosobo, Oman Yanto, menyampaikan, hal ini dilakukan, juga terkait adanya aduan yang dilakukan akun twitter @kata_bari kepada Gubernur Jawa Tengah lewat akun @ganjarpranowo, yang isinya, dari 6 tabung LPG 3kg di Wadaslintang, hanya 1 tabung yang isinya penuh. 
Dengan dasar adanya aduan masyarakat tersebut, Kantor PERINDAG bersama SPPBE dan Agen langsung mengecek ke lokasi, pada Sabtu, 26 November. Dalam pengecekan ini, Kantor Perindag melakukan timbang ulang tabung kosong maupun isi. Untuk tabung isi diambil 3 tabung di pangkalan, pengecer dan konsumen pengguna di setiap masing-masing yang didistribusikan oleh ke-5 Agen tersebut. Bahkan pihaknya juga menimbang pada mobil yang baru datang untuk mengirim LPG 3kg ke Pangkalan. 
Dari hasil temuan di lapangan, diketahui ada 3 tabung cup seal biru asal SPPBE Trada Kabupaten Kebumen, yakni 1 tabung isi 8,00 kg dan 2 tabung berisi 7,88 dan 7,89 kg, sehingga 2 isi tabung terakhir tidak memenuhi standar Pertamina maupun Metrologi. Selanjutnya, pihaknya menimbang tabung dengan cup seal abu-abu yang dipasok oleh kelima Agen dari SPPBE PT. Aji Gamita Wonosobo, yakni di Pangkalan Tukijan Desa Penerusan asal Agen PT. Gasindo Usaha Tama. Disini dari tiga tabung yang ditimbang 7,98, 7,98 dan 8,02. Kemudian di Pangkalan Suparman dari Agen PT. Amita Surya Jaya, hasilnya didapat tabung dengan berat 7,99, 7,98 dan 8,04. Di pangkalan H. Toyib dusun Cangkring Wadalintang yang dipasok Agen PT. Rizky Illahi, hasilnya didapat tabung dengan berat 8,00, 8,00 dan 7,99 kg. Sedangkan di Pengecer Sumini Desa Erorejo asal Pangkalan Dairat Agen PT. Bumi Pelita Asri, didapat hasil pengukuran 7,98, 7,98, dan 7,94 kg. 
Dari hasil pengukuran tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan, berat tabung plus isi adalah batas terendah 7,98 dan batas tertinggi 8,04 kg, yang mana hal ini menunjukan, bahwa tabung yang dipasok oleh ke 5 Agen yang berasal dari SPPBE Wonosobo telah memenuhi standar Pertamina maupun Metrologi.
Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada konsumen pengguna, bahwa pasokan gas di Wonosobo sudah sesuai standar. Dan masyarakat diminta jangan melihat isi tabung dari amphere regulator saja, karena itu bukan representasi dari ukuran isi gas, melainkan hanya merupakan tekanan gas. Sebab jika kondisi dingin, maka gas akan membeku, sehingga tanda di amphere akan turun, begitu juga sebaliknya, jika kondisi cuaca panas maka gas akan mencair sehingga amphere akan naik. 
Masyarakat juga diminta untuk memastikan, agar mereka yakin bahwa tabung yang dibeli isinya benar-benar penuh, maka masyarakat diminta membeli di pangkalan-pangkalan resmi dan melakukan penimbangan, untuk memastikan bahwa tabung plus isi adalah 8kg. 
Ditambahkan Oman, dalam sidak kali ini pihaknya juga menemukan 1 tabung, yang isinya kurang dikarenakan bocor, sehingga akan langsung ditukar ke agen penyalur. Secara umum dari hasil sidak dan pengukuran bisa disimpulkan bahwa tabung yang isinya kurang tersebut bukan dari Wonosobo, dan keberadaan tabung gas tersebut bisa dikatan telah melakukan pelanggaran rayonisasi distribusi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here