TEKAN ANGKA PENGANGGURAN, PEMKOT MAGELANG RUTIN ADAKAN PELATIHA DI BLK

MAGELANG – Balai Latihan Kerja (BLK) dibawah naungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang terus melakukan upaya untuk menekan pengangguran, salah satunya adalah dengan membuka pelatihan peningkatan keahlian di berbagai bidang bagi warga.

Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan mengatakan, Setiap tahun BLK membuka 6 jurusan pelatihan yakni menjahit, otomotif, tata boga, tata rias, komputer, dan bahasa asing. Pelatihan ini terbuka untuk masyarakat, khususnya usia produktif, sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing.

“Di BLK, setiap tahun kami punya anggaran dari APBD dan APBN untuk mengadakan pelatihan. Setiap paket jurusan fokus untuk 16 orang peserta. Pada jurusan tertentu akan sampai pada uji kompetensi, peserta akan dapat sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) terampil yang bisa digunakan pencari kerja,” katanya Gunadi, Kamis (7/3/2019).

Menurutnya, penganggur atau pencari kerja rata-rata karena skill-nya lemah, kompetensi rendah, dan mentalnya tidak terdidik di lingkungannya. Sehingga menjadi kelemahan. Nah, kelemahan-kelemahan itu menjadi tugas kami untuk dilakukan pelatihan.

Ia mencontohkan, peserta yang telah mengikuti uji kompetensi dan mengantongi sertifikat terampil BNSP maka akan mudah diterima bekerja di berbagai perusahaan otomotif nasional seperti AHAS. Keahlian mereka dipastikan tidak diragukan lagi.

Salah satu peserta pelatihan, Ahmad Rifki (22), yang saat ini sedang belajar tentang otomotif, mengakui pelatihan yang diperoleh di BLK sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitasnya di dunia otomotif.

“Saya sudah 2 minggu ikut pelatihan di sini, diberi ilmu teori tentang otomotif sampai praktek langsung. Saya memang senang dunia otomotif jadi merasa perlu terus latihan, pengen bisa,” ungkap Rifki.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 November 2018 lalu, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Magelang tahun 2018 menurun dari sebelumnya 6,88 persen di tahun 2017 menjadi 4,88 di tahun 2018.

BACA JUGA:  Bus Pariwisata Ke Dieng Wajib Masuk Mendolo

Sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kota Magelang meningkat dari 65,32 persen di tahun 2017 menjadi 68,64 persen di tahun 2018.

Dihitung berdasarkan rumus jumlah angkatan kerja dibagi jumlah penduduk usai kerja dikalikan 100 persen.

Sumber: jogja.tribunnews.com

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.