Tanpa Rumput, Muhibbin Faton Ternak Domba Dengan Omzet Puluhan Juta

WONOSOBOZONE – Menjadi peternak Domba bagi generasi muda di jaman millenial dianggap kampungan dan kotor. Namun hal tersebut ditepis oleh Muhibbin Afton, pemuda asal dusun Kemiri, Kelurahan Wringinanom, Kec. Kertek. Dari ternak tanpa menggunakan pakan rumput itu, pria yang baru berusia 21 tahun mampu meraup omset puluhan juta rupiah setiap bulannya.

“Peternak zaman sekarang tidak perlu susah-susah mencari rumput. Kalau masih seperti peternak tradisonal, itu kan kotor dan bau. Walaupun menjadi peternak domba, tapi saya ingin tetap bergaya seperti pemuda lainnya. Saya ingin menjadi peternak milenial, sehingga bisa mengajak para pemuda yang sudah enggan beternak untuk ikut beternak domba dengan omzet jutaan per bulan,” terang pria yang akrab dengan sebutan Aftan ketika ditemui di Griya Ternak Farm yang berada tak jauh dari rumahnya, Minggu (6/12/2019).

Afton dikenal luas sebagai peternak milenial, karena ia mampu mengembangkan peternakan kambing tanpa harus bingung mencari rumput untuk pakan ternak. Bahkan, dalam satu kandang kambing yang berisi 300 ekor, menurutnya cukup dilakukan satu orang.

Setiap hari dirinya bercengkerama dengan domba miliknya. “Kandang ternak ini kami beri nama Griya Ternak Farm dengan memelihara domba Marino dan domba Wonosobo (Dombos),” ungkap Afton.

Tidak hanya dijual untuk domba kambing, namun ia juga mengembangkan produksi susu dan Breeding. Afton menceritakan, dirinya mengawali beternak kambing sekitar 4 tahun yang lalu, saat itu ia masih duduk di bangku kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Wonosobo. Pada waktu itu, ia baru berumur 18 tahun dan mempunyai ketertarikan terhadap dunia peternakan dan memutuskan membeli empat ekor domba.

“Awalnya saya membeli empat ekor domba seharga Rp 4 juta dari temen saya. Saya pelihara satu tahun dan saya jual seharga hanya Rp 4.250.000. Satu tahun saya hanya untung Rp 250 ribu,” bebernya.

BACA JUGA:  Pemkab Magelang Tutup Sementara River Tubing, Setelah Insiden 4 Wisawatan Tewas Tersapu Banjir

Meskipun hanya memperoleh keuntungan sedikit, bahkan kalau dihitung antara modal operasional kandang dan perawatan serta pakan kambingnya, itu tentu bisa dibilang merugikan. Namun kini upaya Afton berbuah manis. Dengan menekuni ternak Kambing dengan cara yang cukup inovatif, Afton dapat menghasilkan puluhan juta rupiah setiap bulannya. (Ard)

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.