Talang Air Sibungkang Kepil Ambrol Lagi

WONOSOBOZONE – Baru sebulan berselang, talang air kuno di Sibungkang, Kepil kembali ambrol. Kejadian tersebut, menurut Sekretaris BPBD, Sumarno disebabkan hujan deras yang mengguyur kawasan Kepil sepanjanh Sabtu sore (23/7). “Talang air ini belum sepenuhnya permanen setelah pada pertengahan bulan Juni lalu ambrol lantaran hujan deras juga,” jelas Marno saat dikonfrimasi pada Minggu pagi (24/7). Pihaknya bersama relawan garuda tangguh, diakui Sumarno sempat kesulitan mengalihkan aliran air yang menggenangi jalan Sapuran – Purworejo, sementara kendaraan yang melintas juga harus diatur buka tutup.
“Pihak Polsek Kepil langsung terjun dan mengatur arus lalu lintas, sehingga tak sampai ada pengalihan jalur,” terang Sumarno lebih lanjut. Upaya menanggulangi dampak ambrolnya talang air tersebut menurut Sumarno memakan waktu berjam-jam dan baru sekitar pukul 23.00 WIB air cukup terkendali. “Kami berharap kejadian yang sudah berulang ini secepatnya menjadi perhatian pihak-pihak terkait, seperti Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Wonosobo, maupun Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, karena status jalan ini merupakan jalan Provinsi dan menjadi akses utama Wonosobo-Purworejo,” pungkas Marno.
Harapan agar pemerintah bertindak cepat menangani talang air Sibungkang juga diutarakan warga dan para pengguna jalan. M Ridho (35), warga Burat yang mengaku sehari-harinya mencari nafkah di Kalikajar, mengaku sangat mengkhawatirkan keselamatan dirinya, karena hampir setiap hari melewati jalan tersebut. Menurutnya, dengan telah berulang nya kejadian ambrolnya talang air tersebut, selayaknya pemerintah menaruh perhatian lebih besar, dengan mempercepat pembangunan kembali. Bagi warga setempat, keberadaan talang air sepanjang 30 meter di ketinggian 15 meter dari badan jalan itu, sangatlah vital. Sebagian besar warga Desa yang ditemui di lokasi mengaku khawatir aliran air untuk persawahan mereka menjadi terganggu. “Persawahan yang menggantungkan pengairan talang Sibungkang ini mencapai  puluhan hektar,” pungkas salah satu warga Desa yang enggan menyebut namanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here