Tak Lagi Disubsidi Pemerintah, Kendaraan Dinas Boleh Gunakan Premium

WONOSOBOZONE – Aturan baru yang diterbitkan Kepala BPH Migas, perihal BBM untuk kendaraan dinas, pertambangan dan perkebunan, merubah kebijakan pemerintah terkait izin pemakaian bahan bakar untuk kendaraan operasional Dinas. Tak hanya berlaku di tataran pemerintah pusat, aturan yang kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah Nomor 541/00/7898 tersebut, kini juga mulai diberlakukan di tingkat Kabupaten. Dari keterangan Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, Drs Eko Sutrisno Wibowo MM, Kamis (18/6), kendaraan dinas pelat merah dibolehkan lagi menggunakan BBM jenis bensi (gasoline) RON 88, atau biasa disebut Premium.
Menurut Eko,
kebijakan tersebut diambil seiring dengan telah dicabutnya subsidi premium oleh
Pemerintah Pusat. “Kalau sebelumnya kendaraan dinas diwajibkan untuk hanya
mengisi BBM jenis Pertamax dan Pertamax Plus, kini sudah boleh lagi mengisi
dengan premium”, jelas Eko. Namun demikian, dalam surat edaran yang dikeluarkan
untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Wonosobo, disebutkan
pula larangan bagi kendaraan dinas untuk tidak menggunakan BBM tertentu jenis
minyak Solar (Gas Oil), karena masih digolongkan sebagai jenis BBM tertentu
yang disubsidi oleh pemerintah. “Kebijakan bagi kendaraan dinas jenis Diesel,
yang mengonsumsi BBM jenis Solar belum mengizinkan untuk pemakaian solar
bersubsidi, sehingga masih harus menggunakan jenis Pertamina Dex”, lanjut
Sekda.

Kebijakan baru
terkait BBM untuk kendaraan dinas tersebut ternyata tak serta merta disambut
antusias para pengguna fasilitas Negara. Meski memang lebih murah, beberapa
pihak mengaku selisih antara premium dengan pertamax kini tak lagi terlalu
jauh. “Penggunaan BBM jenis pertamax RON 92 selama ini memang telah terbukti
membuat mesin lebih awet dan dari sisi pemakain juga lebih hemat, sehingga kami
mungkin akan berusaha untuk tetap memakainya”, kata Drs Margiono MMPd, Kepala
Bagian Komunikasi dan Telematika Setda. Namun demikian, karena telah diizinkan
mengisi dengan premium, Margiono mengakui hal itu lebih memudahkan untuk
menyesuaikan, ketika menemui kondisi stasiun pengisian BBM kehabisan Pertamax
92. 
Foto Ilustrasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here