Tak Hanya Mendidik, Guru Juga Harus Bisa Memimpin

Analisa Widyaninggrum, M.Psi., Psi. : Teacher is a Leader 
WONOSOBOZONE – Seorang guru modern tak hanya dituntut bisa mengajar anak didik dengan baik. Seiring kemajuan zaman, pengajar pun selayaknya memiliki jiwa kepemimpinan, agar para murid merasa memiliki sosok pemimpin yang dapat mereka teladani. Dengan jiwa kepemimpinan itu pula, seorang pendidik akan lebih mudah membentuk karakter murid, sehingga mereka tak hanya pandai dalam penguasaan materi pelajaran, namun juga memiliki perilaku terpuji dan berkarakter mulia sejak dini.
Pola pikir selayak pemimpin itulah yang berusaha ditanamkan oleh Analisa Widyaningrum, psikolog dari Jogja International Hospital (JIH), dalam acara acara workshop bertema Magic Teaching Training untuk 1000 guru SD se-Wonosobo, Rabu (30/9). Kepada para guru peserta workshop yang memadati Sasana Adipura Kencana, Analisa menyebut merekalah peletak fondasi dasar karakter siswa. “Saya tidak akan bisa kuliah tanpa diajar oleh guru SD, dan saya merasa tidak akan mampu menjadi ibu sekaligus psikolog tanpa guru-guru saya di SD dulu”, terang Duta Bahasa Indonesia Tahun 2008 itu tegas. Mengingat peran pentingnya, perempuan 26 tahun yang pernah dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada tersebut berharap, para guru di Wonosobo mampu meningkatkan kapasitas mereka. “Tak hanya melalui buku maupun bangku kuliah, seorang guru yang memiliki jiwa kepemimpinan juga harus bisa belajar dari lingkungan sekitar untuk meningkatkan kapaitas diri”, lanjut Lisa.
Motivasi dari Psikolog muda kepada para pendidik sekolah dasar tersebut selaras dengan himbauan Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif. Ketika memberikan kata sambutan selaku pembicara kunci dalam workshop yang digelar majalah Psikologi Plus bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga tersebut, Kholiq mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas guru sekolah dasar. “Selama 5 tahun menjadi wakil Bupati, dan 10 Tahun terakhir ini menjadi Bupati, saya tak bosan menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas”, jelas Kholiq. Hal itu, dikatakan Kholiq diawali dengan mendorong wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun (Wajar Dikdas). Selain mengupayakan agar setiap anak bisa mengenyam pendidikan dasar, Kholiq juga menjelaskan program kebun bibit sekolah, sebuah program yang menurutnya merupakan upaya menyadarkan siswa terhadap pendidikan lingkungan. “Ribuan hektar lahan kritis di Kabupaten Wonosobo memerlukan puluhan tahun perbaikan, sehingga sejak dini anak-anak kita sadarkan akan pentingnya memahami kebutuhan menanam pohon melalui KBS”, lajut Kholiq.
Dengan hadirnya para guru untuk mengikuti Workshop yang menghadirkan pula Gobind Vandesh, motivator dari Denpasar Bali tersebut, Bupati meyakini akan adanya peningkatan kualitas mengajar di sekolah dasar. “Konsentrasi penuh dengan materi yang diajarkan para narasumber, agar sekembalinya ke sekolah esok, bapak Ibu guru semua telah berada pada level kualitas pendidik yang lebih baik”, pungkas Kholiq.
Source: wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here