Sumbang Pemikiran, Bukan Eksekutor

WONOSOBOZONE – Bekerja secara professional adalah salah satu ciri kaum cendekiawan. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) memiliki tantangan untuk ikut merumuskan dan mensosialisasikan paham ber Islam yang selama ini menjadi jati diri Indonesia, sesuai misi besar ICMI ke Indonesia an dan ke Islam an. Hal itu untuk mencegah masuknya paham ekstrimisme dan radikalisme yang mengatasnamakan Islam, padahal ajarannya bertolak belakang dengan prinsip dasar ajaran Islam dan Negara Indonesia, seperti yang berkembang akhir akhir ini. Demikian disampaikan Ketua ICMI Organisasi Daerah Kabupaten Wonosobo, H. Abdul Kholiq, M.Ag, pada acara Halaqoh Ulama dan Cendekiawan Muslim se Kabupaten Wonosobo, bertempat di Aula RSIA ADINA Longkrang, Selasa, 26/01/16.
Abdul Kholiq juga menyampaikan bahwa ICMI Orda Wonosobo harus bisa membangkitkan semangat untuk memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan Daerah maupun Bangsa. Karena ICMI berposisi sebagai penyumbang pemikiran bukan sebagai eksekutor. Selain untuk mencegah paham ekstrimisme dan radikalisme, ICMI Orda Wonosobo juga harus membantu pemikiran untuk mengentaskan kemiskinan dan masalah pendidikan di Kabupaten Wonosobo serta mengawal Peraturan Derah (PERDA) untuk menuju Wonosobo yang Agamis dan lebih maju.
Sementara pada kesempatan itu Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wonosobo, Drs. Muchotob Hamzah, MM, menyampaikan bahwa masyarakat terutama para pengurus MUI dan ICMI harus bisa memahami isu isu strategis kebangsaan, dalam rangka mengembangkan konsep Islam wasathiyah, Islam yang tasamuh, moderat, toleran dan mengedepankan amar ma’ruf nahi munkar, demi terwujudnya persatuan dan kesatuan umat Islam dam wadah NKRI. Muchotob Hamzah juga mengajak kepada semua umat Islam untuk memahami Islam kaffah yaitu Islam menyeluruh atau utuh yang mengajarkan tentang toleransi, sosial, ekonomi, politik, budaya yang sesuai dengan ajaran Islam dan NKRI. Selain itu MUI dan ICMI juga harus melindungi umat dari keyakinan keyakinan yang menyimpang, ekonomi ribawi,  makanan dan produk produk yang tidak halal dan lain sebagainya yang menyangkut kepentingan umat Islam.
Halaqoh Ulama dan Cendekiawan Muslim se Kabupaten Wonosobo yang diikuti oleh pengurus MUI dan ICMI  kabupaten dan kecamatan ini selain untuk bersilaturahmi juga untuk saling berdiskusi mengenai isu isu strategis kebangsaan. Dan nantinya diharapkan para peserta bisa untuk mensosialisasikan di wilayahnya masing masing demi kemajuan Kabupaten Wonosobo.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here