Sudah Hampir Sebulan, Jembatan Amblas di Gunung Pitik Belum Ditangani

WONOSOBOZONE – Jembatan amblas di Dusun Gunung Pitik, Desa Bakalan, Kecamatan Sapuran, yang hampir sebulan ini mengganggu aktivitas warga, masih belum ditangani oleh Dinas terkait. Warga setempat akhirnya berinisiatif membuat jalan setapak demi mengatasi kendala transportasi dari dan menuju ke Bakalan. Namun, jalan alternatif tersebut hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua, itupun tidak semua pengendara berani melaluinya. Demi menggugah perhatian Pemkab Wonosobo, warga kembali mengunggah kondisi terkini jembatan penghubung transportasi antar warga beberapa desa di Kecamatan Sapuran itu ke media sosial.
Akun atas nama dendyyusuf70, Minggu (13/11) menyebut warga Desa Bakalan dan sekitarnya sudah menunggu sekitar satu bulan sejak peristiwa amblasnya jembatan, namun belum ada satu pun perwakilan pemerintah Kabupaten yang datang untuk meninjau. “Mohon perhatian nya kepada pihak yang berwajib agar meninjau lokasi ini, karena sudah sebulan belum diperbaiki,” tulisnya.
Pemilik akun lain, yaitu fitriyani new, menuturkan warga setempat masih harus memutar arah cukup jauh untuk keluar maupun masuk ke Desa Bakalan, khususnya ke Dusun Gunung Pitik. “Warga masyarakat Bakalan harus memutar melewati beberapa desa ketika hendak ke arah Sapuran, sehingga menjadi lebih jauh beberapa kilometer karena jalur yang putus merupakan jalan utama desa,” keluh Fitri. Biasanya, warga Bakalan dikatakan Fitri tinggal melewati jalur tersebut tinggal lurus saja dan tak memakan waktu lama untuk sampai ke Sapuran.
Selain aktivitas warga di Desa Bakalan, pemilik akun @fitriyani new itu, juga menyebut dampak amblasnya jembatan di dekat SD Negeri 5 Sapuran itu juga dirasakan oleh warga desa Batursari, Ngadisalam, dan Marongsari. “Efeknya juga pada anak-anak sekolah, terutama yang tengah menempuh pendidikan di Sapuran atau bahkan lebih jauh lagi,” imbuh Fitri.
Warga dusun sekitar Gunung Pitik Kulon, ditambahkannya sangat berharap Instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Wonosobo bisa menindaklanjuti kondisi ini, mengingat fungsi jalan desa sangat vital untuk menunjang aktivitas harian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here