Status Sindoro Kembali Aktif, Pendaki Diminta Tak Dekati Kawah


WONOSOBOZONE – Aktifitas
Gunung Sindoro, yang dalam dua hari lalu sempat menampakkan kepulan asap cukup
tebal di puncaknya, ternyata tidak mengkhawatirkan. Kepala pelaksana harian
(Kalakhar) BPBD Kabupaten Wonosobo, Prayitno menyebut status Sindoro kini aktif
normal. Ketika ditemui di sela mendampingi Bupati dalam acara sarasehan program
100 hari di Kecamatan Garung, Selasa (19/4), Prayitno menjelaskan hasil analisa
dari Badan Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG), Sindoro tidak
menunjukkan indikasi kerawanan. “Minggu dan Senin (17 dan 18/4) lalu
memang Sindoro sempat mengeluarkan asap berwarna kehitaman dan diiringi
terciumnya bau belerang,” jelas Prayitno. Kejadian tersebut, menurut
Prayitno langsung direspon dengan naiknya para petugas BPBD ke pos pengamatan
Sindoro. “Dari pengamatan kami di lapangan, juga tidak ada yang perlu
membuat warga masyarakat mencemaskan kondisi Sindoro,” lanjut Prayitno.
Pihak
BPBD, dikatakan Prayitno masih terus melakukan pengamatan terhadap kelanjutan
aktifitas Gunung Sindoro. “Secara umum, kepulan asap pekat memang
menunjukkan aktifitas gunung tengah meningkat, namun demikian untuk saat ini
kami belum menerima rilis peningkatan status apapun dari BVMBG, termasuk
indikasi akan meletus” beber Prayitno. Warga sekitar gunung pun, menurut Prayitno
masih bisa menjalankan aktifitas harian secara normal, dengan tetap
memperhatikan imbauan selanjutnya dari BPBD. “Hanya bagi para pendaki,
kami merekomendasikan agar mereka untuk sementara tak mendekati kawah di radius
1 kilometer, demi menghindari hal yang tidak diinginkan,” tegas Prayitno.
Adanya
peningkatan aktifitas  Sindoro juga mendapat perhatian dari Wakil Bupati
Agus Subagiyo. Agus yang mengaku sempat melihat adanya asap cukup pekat pada
Minggu pagi lalu, juga mengimbau warga masyarakat untuk tidak panik.
“Masyarakat tentu wajib mewaspadai aktifitas Sindoro, tapi untuk saat ini
memang belum ada imbauan dari BVMBG maupun BPBD untuk tindakan evakuasi,”
jelas Wabup. Karena itu, Agus mengaku akan berkoordinasi intensif dengan BPBD
maupun BVMBG demi mendapat informasi terbaru terkait aktifitas terkini Sindoro,
serta agar ada peringatan dini bagi warga masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here