Srikandinya Polres Wonosobo

WONOSOBOZONE – Tatap matanya tajam, namun tidak merobek ataupun melukai, tutur katanya yang halus membuat siapapun akan dengan lancarnya bercerita tentang apa yang telah dilalui nya, tak hanya pandai untuk mengajak berbincang seorang wanita yang telah terluka fisik maupun hatinya, namun sosok kartini modern yang satu ini bisa mengungkap sebuah cerita yang dipendam oleh seseorang.
Wanita yang satu ini memang sudah lama menggeluti penegakan  hukum dibidang perempuan dan anak di Sat Reskrim Polres Wonosobo atau lebih dikenal dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA). Sudah banyak kasus yang berhasil diungkap nya, tak berhenti di bidang penegakan hukum untuk tindak pidana seperti pencabulan dan kekerasan dalam rumah tangga, namun Ibu dua anak ini juga sudah berpengalaman dalam bidang pembinaan, baik untuk anak – anak maupun orang dewasa yang mana rata – rata mengalami kasus KDRT yang marak terjadi, melalui mediasi – mediasi di tengah pemeriksaan yang dia buat kadang kala malah bisa membuat kedua belah pihak menjadi akur kembali.
Walaupun terkadang ada beberapa kasus yang memang ditutupi oleh si korban lantaran korban memiliki latar belakang yang memang menjadi pemicu terjadinya tindak pencabulan maupun persetubuhan, namun dirinya tetap bersi keras bahwa perasaan pribadi tidak boleh dibawa kedalam proses penegakan hukum maupun pembinaan, professional adalah moto nya selama dia melakukan tugas.
Dengan pakaian sipil berjilbab sehingga tidak menimbulkan kesan ngeri di mata pelapor, dengan telaten dan sabar terkadang Bu Lfie begitu panggilan akrab nya menyelesaikan proses pemeriksaan kepada seseorang yang berada dibawah tekanan ataupun trauma, tak jarang di tengah kejenuhan nya wanita berjilbab ini harus menanyai kronologis kejadian yang terjadi kepada bocah balita, lagi – lagi prinsip profesionalitas yang dia pegang. Hal itu yang selama ini membuatnya selalu berhasil menyelesaikan tugas dan memberikan keadilan kepada korban yang dia rasa sebenarnya belum setimpal dengan apa yang dialami si korban.
Bukan hanya itu, meskipun tak sedikit kasus yang harus dirinya selesaikan mengingat peradilan untuk anak memiliki waktu yang lebih singkat daripada kasus – kasus biasa, selaku senior di Unit PPA, BRIPKA LIFIANA WIDARYANI masih sempat untuk membimbing junior – junior nya yang masih membutuhkan banyak bimbingan dalam melaksanakan tugas di Unit PPA sendiri.
Tak jarang pula, wanita kelahiran Kendal ini tak segan untuk bermain dengan bocah – bocah yang mengalami kekerasan ataupun tindak pidana pencabulan,‘terkadang tak tega’ ungkapan itu pernah meluncur dari bibirnya ketika harus menghadapi bocah balita yang mengalami kekerasan ataupun pencabulan, masih dalam rangka ulang tahun Kabupaten Wonosobo dan menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia dia berharap agar segala bentuk kekerasan maupun segala tindak kejahatan asusila pada wanita dan anak dapat diturunkan
source : pid polres wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here