Sri Ani : Aktifitas Sosial Jadi Terapi

Bunda Ani 

WONOSOBOZONE – Sosok yang satu ini tidak bisa dipandang sebelah mata bagi anggota Komunitas Rumah Empati Wonosobo. Selain menjadi pendiri komunitas yang bergerak di bidang sosial, Bunda Ani, sapaan akrabnya, juga dikenal sebagai aktivis sosial yang gigih. Di setiap kegiatan Rumah Empati, pemilik nama asli Sri Ani itu merasa wajib terlibat. Tak hanya yang mudah jangkauannya, namun hingga daerah pelosok yang sulit untuk dilewati kendaraan. Hebatnya lagi, Bunda Ani mampu mengendarai motor di medan yang sulit. Tak heran, dia dikenal dengan sebutan ‘Strong Woman’ di komunitasnya.
Meski tak jarang mengalami masalah seperti terjatuh dari sepeda motor, seakan Bunda Ani tak mau menyerah. Terakhir, pengalaman itu dialami saat penyerahan wakaf 200 al qur’an di akhir pekan lalu(13/6). Namun hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus aktif di dunia sosial lewat komunitas yang didirikan bersama rekannya  delapan bulan lalu. Sikap kerasnya dianggap sebagai salah satu cara yang juga membuat komunitasnya semakin maju. Maka tidak heran, pembawaannya yang mudah meledak ledak menjadi ciri khasnya.
Bagi ibu tiga anak yang tinggal di Kalierang Selomerto, keterlibatannya di dunia sosial ibaratnya menjadi terapi bagi jiwa yang gersang. Dia bisa melihat langsung berbagai persoalan di masayarakat yang menumbuhkan rasa empatinya. Seperti saat penyerahan bantuan untuk anak anak yatim di beberapa daerah yang menjadi lokasi baksos Rumah Empati.
“ Setiap kali melihat sorot mata dan wajah lugu anak-anak itu, jiwa saya begitu tersentuh. Makanya setiap kali Rumah Empati mengadakan kegiatan, saya sempatkan untuk bisa terlibat langsung,” ujar wanita kelahiran  4 Mei 1972 itu.
Bunda Ani bersama pengurus lainnya di bulan ramadhan ini juga melakukan penggalangan dana untuk program Bukber dan santunan bagi anak yatim yang menjadi salah satu program terbesar bagi komunitasnya di tahun ini (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here