Spirit Al Maidah ’32 bebaskan TB di Wonosoobo

WONOSOBOZONE – Wonosobo, Tim TB-HIV care SSR (Sub-Sub) Recipient ‘Aisyiyah Wonosobo sedang melaksanakan pelatihan kader TB (Tuberkulosis) tahap II pada tanggal 13-23 Desember 2016 di Resto Ongklok, Wonosobo. Pada pelatihan tersebut diikuti oleh berbagai unsur masyarakat. Tujuan utama dari pelatihan TB adalah memberikan pembekalan kepada kader dalam penanggulangan TB sehingga harapannya Wonosobo bisa menuju kabupaten bebas Tuberkulosis. 
Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Tabah S. Pambudi menjelaskan, pelatihan TB yang diadakan oleh ‘Aisyiyah Wonosobo dimaksudkan untuk menjaring orang-orang yang terduga TB agar bisa mendapatkan penanganan dini. Dengan spirit Al-Maidah ’32 dalam pemeliharaan kehidupan masyarakat, penyebaran Tuberkulosis dimasyarkat diharapkan dapat dikendalikan dan diminimalisir. “Dalam edukasi kemasyarakat nanti, para kader juga diharapakan mampu merubah stigma masyarakat bahwa TB ini bukan penyakit turunan atau guna-guna dan bisa diobati” imbuh Tabah. 
Tabah juga menjelaskan, pelatihan kader TB diikuti oleh berbagai unsur masyarakat diantaranya, aktifis Ormas (Organisasi masyarakat), kader posyandu, PKK dan berbagai macam latar belakang pekerjaan. Dalam waktu pelatihan yang cukup lama 13-23 Desember 2016, para peserta diharapkan sudah cukup paham dan mampu menjadi kader TB yang berkualitas dimasyarakat. “teknisnya nanti tanggal 13-14 full teori, tanggal 15-21 simulasi dan praktek lapangan baik berkunjung kerumah terduga maupun penyuluhan dimasyarakat, dan tanggal 22-23 efaluasi dan RTL” imbuh Tabah.
Koordinator program SSR ‘Aisyiyah Wonosobo Khoirul Basyarie menambahkan, bahwa program TB-HIV care ‘Aisyiyah bekerjsama dengan Fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) baik milik pemerintah maupun swasta untuk dapat memberikan pelayanan pengobatan dengan gratis. Meski dalam penamaan tim TB-HIV Care akan tetapi program ini lebih fokus kepada penanganan TB, sedangkan untuk temuan HIV dilapangan hanya sebatas sampai tes VCT, dan pendampingan lanjutan akan diserahkan kepada lembaga yang konsen terhadap HIV. “untuk TB pembagian tugasnya nanti kami dari SSR ‘Aisyiyah melakukan edukasi dan pendampingan di masyarakat, dan fasyankes tugasnya fokus kepada pelayanan pengobatan” tutur Khoirul yang akrab disapa ruli.
Dinas Kesehatan Wonosobo Misinem mengingatkan, kepada calon kader agar tidak henti memberikan edukasi kepada masyarakat untuk turut serta mencegah kuman Tuberkulosis tidak meluas. Hal yang bisa dilakukan diantaranya memberikan imunisasi BCG kepada bayi usia 0-1 bulan, menyarankan membuat fentilasi disetiap ruangan agar sirkulasi udara terjaga dan pengobatan sampai sembuh kepada penderita TB. “perlu juga gentengisasi yaitu pemasangan genteng kaca atau sejenisnya agar sinar matahari bisa masuk keruangan khususnya pada ruangan yang gelap agar tidak lembab” imbuhnya.
Pelatihan TB-HIV care tahap 2 (dua) diikuti oleh 24 peserta perwakilan dari empat kecamatan yaitu Kec. Kejajar, Garung, Kertek, Kalikajar dan Kepil. Sebelumnya pelatihan kader tahap I (satu) diikuti oleh 24 peserta dari empat  kecamatan yaitu kec. Wonosobo, Selomerto, Leksono dan Kertek. Dan dalam masing-masing pelatihan tersebut didampingi oleh empat fasilitator puskesmas dari kecamatan terkait.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here